UPDATE KOPITU – Genjot Perkembangan Sektor Peternakan, KOPITU Susun Rencana Kerjasama Baru dengan Kabupaten Kediri

komite-umkm.org – Sektor Peternakan kini menjadi salah satu sasaran kerja KOPITU di awal tahun. Pengembangan sektor tersebut dapat diakselerasi dengan adanya konsep Factory Sharing KOPITU yang saat ini menjadi konsep unggulan. Melalui ekosistem yang tertata baik, semua pihak yakin bahwa perekonomian akan dapat dipulihkan melalui rencana kerja tersebut.

Pada meeting yang dihadiri oleh Yoyok Pitoyo selaku Ketua Umum KOPITU, Artanto Salmoen Wargadinata selaku Wakil Sekretaris Jenderal KOPITU, Prof Mohammad Winugraha selaku Wakil Ketua Umum KOPITU bidang Pengembangan Peternakan dan Pertanian, Prof Muladno selaku Wali Utama SASPRI dan beberapa rekan-rekan KOPITU, pembahasan difokuskan pada integrasi sektor pertanian dan peternakan.

*Mewirausahakan peternak dan petani itu merupakan hal kecil yang dapat berpengaruh sangat signifikan. Terutama dengan mewadahi mereka melalui sebuah bentuk usaha yang berbadan hukum dan memiliki akses yang luas, untuk itu, peran kita sangat penting dalam mendongkrak perekonomian dari bawah”, ungkap Yoyok Pitoyo pada meeting tersebut. Yoyok menuturkan, salah satu bentuk usaha bersama yang dapat dilakukan adalah dengan adanya Bank Pakan, di mana bahan diperoleh dari petani untuk diolah menjadi pakan ternak ruminasia, sehingga dapat terjadi sebuah ekosistem yang saling terkait.

“Pengembangan lebih lanjut bisa sangat luas, namun sekali lagi kita perlu melibatkan pemerintah. Dalam hal ini, kita akan mulai mediasi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam rangka persiapan pelaksanaan nantinya. Prof Mul juga sudah siap untuk bergerak, dan semua pihak sepertinya sudah tidak sabar untuk memulai. Semoga momentum ini bisa tetap terjaga, Salam KOPITU”, pungkas Yoyok dalam meeting tersebut.

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #factory sharing #yoyok pitoyo #ketuaumum #kediri

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – 2020, Transaksi Pembayaran Melalui Wallex Naik Empat Kali Lipat

komite-umkm.org – Popularitas Wallex di kalangan pebisnis Indonesia telah berhasil mendorong pertumbuhan jumlah transaksi perusahaan hingga empat kali lipat sepanjang 2020, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut COO Wallex, Hiro Kiga, selama pandemi Covid-19, semakin banyak perusahaan Indonesia yang mengadopsi solusi online untuk pembayaran ke luar negeri. Wallex menjadi salah satu solusi yang banyak diminati perusahaan asal Indonesia sebagai platform spesialis transaksi outbound internasional yang bisa memproses keseluruhan transaksi secara online.

Berbasis di Singapura, Wallex kini melayani ratusan perusahaan di Indonesia, di mana lebih dari setengahnya beralih ke Wallex selama 2020. Hingga saat ini, Wallex memiliki hampir 10% dari pangsa pasar pembayaran ke luar negeri yang diproses oleh lembaga keuangan non bank.

“Semakin banyak perusahaan di Indonesia mengadopsi solusi online kami, sebab mereka ingin menghindari aktivitas pergi ke kantor cabang bank saat melakukan transaksi ke luar negeri,” kata Hiro Kiga, dalam keterangan resminya, Jumat (15/1/2021).

Hiro menyampaikan, keunggulan Wallex terletak pada kemahirannya untuk melampaui tantangan yang umumnya dihadapi oleh solusi pembayaran online ke luar negeri.

Wallex berhasil mengoperasikan bermacam-macam faktor krusial, antara lain kedinamisan nilai tukar mata uang secara real-time, pengintegrasian dengan bank mancanegara, dan kelengkapan perizinan yang sangat ketat bagi solusi pembayaran.

Saat ini klien korporat dapat menggunakan platform online Wallex untuk mengkonversi rupiah dan bertransaksi dalam 46 jenis mata uang ke 180 negara.

Selain itu, startup teknologi tersebut menawarkan biaya flat yang memungkinkan para klien untuk menghemat setidaknya Rp 300.000 pada setiap transaksi, jika dibandingkan pembayaran lewat bank.

Hiro menyebutkan, para klien di Indonesia tertarik dengan Wallex karena hadirnya account manager yang membantu setiap klien menerapkan solusi keuangan dari awal hingga akhir.

“Salah satu layanan spesial dari Wallex adalah disediakannya account manager bagi setiap klien korporat. Kami mengambil langkah tersebut untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi klien-klien kami, mengingat mereka bisa meminta pertolongan dengan mudah, cukup melalui telepon atau WhatsApp,” ujar Hiro Kiga.

Hiro juga menegaskan komitmen yang tinggi dari Wallex pada pasar Indonesia. Hal ini salah satunya tercermin dari tim Wallex, di mana 50 dari 70 staff global bekerja dari Indonesia.

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #wallex #hirokiga #transaksi #outbound internasional

sumber refrensi : https://www.beritasatu.com/

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Pinjaman Tanpa Agunan dari Bank BNI Buruan Ajukan Tersedia Rp 32 Triliun Siap Dibagikan, Ini Syaratnya

komite-umkm.org – Kabar gembira bagi brother yang butuh suntikan dana seger untuk modal usaha.

Pinjaman tanpa agunan dari Bank BNI buruan ajukan tersedia dana Rp 22 triliun siap dibagikan dengan syarat dipermudah.

Bantuan pinjaman tanpa agunan atau tanp jaminan dari pemerintah lewat bank BNI ini dalam bentuk KUR (Kredit Usaha Rakyat).

BNI dapat kenaikan kuota KUR lumayan besar di tahun ini.

Total jatah KUR yang dipercayakan pemerintah untuk disalurkan BNI mencapai Rp 32 triliun.

Jumlah tersebut meningkat 45,4% jika dibandingkan dengan kuota tahun 2020 sebesar Rp 22 triliun.

Kenaikan kuota ini juga sejalan dengan langkah pemerintah yang memutuskan penambahan plafon KUR kepada kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Total plafon KUR tahun 2021 mencapai Rp 253 triliun atau naik 15% dari anggaran tahun 2020 yakni Rp 220 triliun yang disalurkan bank pemerintah.

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #BNI #KUR #pinjaman BNI

sumber refrensi : https://www.motorplus-online.com/

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Dobrak 2021, Teknikal Meeting KOPITU dengan Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian Sasar Factory Sharing Penetrasi Lokal dan Expor

komite-umkm.org – 12 Januari 2021 Teknikal Meeting antara Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Gati Wibawaningsih disertai jajaran stafnya dengan Yoyok Pitoyo selaku Ketua Umum KOPITU disertai Tim pada tanggal 12 Januari 2021 membuahkan berbagai peluang emas bagi para stake holder, terutama para pelaku IKM dan UKM di daerah.

Fokus yang dibahas dalam meeting tersebut diantaranya adalah langkah realisasi Integrated Factory Sharing KOPITU yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produk IKM dan UKM agar kuat dalam bersaing di pasar ekspor maupun lokal. Menurut Gati, program semacam ini sebenarnya sangat diperlukan dan dilaksanakan secara meluas. “Perlu ada dukungan dari instansi terkait. Contohnya buat yang punya produk, ngirim sample kan mahal tuh, kita bisa minta support dari Dinas Perhubungan laut atau udara dan Bank Indonesia untuk bantu logistiknya”, tutur Gati. Dasar dari pendapat tersebut adalah tingginya biaya ekspor pada bagian logistik.

Di sisi lain, sektor hulu dan hilir dalam mengolah produk juga menjadi salah satu poin pembahasan. Yoyok menuturkan bahwa sesuai dengan arahan Ditjen IKMA, pemerintah di daerah terkait harus dilibatkan dalam sebuah bentuk kerjasama yang riil, agar para pemangku kepentingan dapat memiliki akses yang lebih dalam merealisasikan Factory Sharing. “Kami sudah melakukan mediasi dengan beberapa institusi dan pemda, respon yang kami dapat sangat baik. Selain itu, kami juga sudah memiliki orang-orang yang kompeten di lingkup kami untuk membuat konsep dan integrasi yang lebih baik dan berkembang. Sedangkan untuk produk dari IKM dan UKM, tentunya sudah pasti melalui Factory Sharing akan kita improve sampai kuat bersaing secara global dan digital”, tutur Pitoyo.
Diskusi tersebut membuka arah baru dalam mewujudkan era Industri 4.0 melalui kerjasama dengan Pemerintah Daerah, Dinas terkait, Perbankan, hingga Kementerian. “Kami tentu berharap dengan adanya sistem ini dapat menambah akselerasi perekonomian kita secara signifikan”, pungkas Yoyok.

AGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #factory sharing #yoyok pitoyo # Gati Wibawaningsih #ikm

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Elon Musk Ajak Pengikutnya Tinggalkan WhatsApp

komite-umkm.org – Aplikasi perpesanan terenkripsi Signal kebanjiran pengguna baru setelah CEO Tesla Elon Musk merekomendasikan kepada follower di Twitternya untuk menggunakan layanan tersebut.

Bahkan saking banyaknya pengguna baru yang hadir dalam waktu yang bersamaan, membuat Signal kewalahan hingga menunda pengiriman kode verifikasi yang diperlukan untuk mengaktifkan akun pengguna baru, demikian dilansir dari laman PCmag, Jumat (8/1/2021)

Lembaga nonprofit di balik aplikasi tersebut mengatakan sangat senang dengan lonjakan aktivitas.

Beberapa jam sebelum lonjakan pengguna, Musk mencuitkan “Use Signal” dalam upaya untuk mencegah orang menggunakan WhatsApp, aplikasi perpesanan saingan yang dimiliki oleh Facebook.

Hal itu ia lontarkan setelah WhatsApp mengumumkan kebijakan privasi baru yang mencakup pemberitahuan tentang aplikasi yang dapat berbagi data pengguna dengan Facebook.

Jadi mengapa Musk menyuruh orang untuk mencoba Signal? Benar bahwa WhatsApp dan Signal menyediakan perpesanan terenkripsi ujung ke ujung gratis. Ini berarti bahkan penyedia, seperti Facebook, tidak dapat membaca konten pesan yang dikirim — hanya pengirim dan penerima pesan saja yang bisa mengetahuinya.

Namun, Facebook adalah bisnis yang berfokus pada penambangan data orang-orang yang sebagian besar untuk tujuan penargetan iklan.

Sementara Signal dijalankan oleh yayasan nirlaba. Mereka bahkan menolak pendanaan modal ventura untuk mencegah keuntungan finansial mengarahkan fokusnya.

AGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #signal #whatsapp #ellon #tesla #facebook

Sumber Refrensi : https://tekno.sindonews.com/

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Cara Cek Bantuan Dana UMKM Rp 2,4 Juta, Akses Eform.bri.co.id/bpum, Berikut Syarat Mencairkannya

komite-umkm.org – Bantuan dana UMKM disalurkan khusus untuk mengatasi permasalahan para pengusaha mikro di tengah pandemi Covid-19.

Masyarakat yang sudah terdaftar dan sesuai syarat sebagai penerima, akan menerima dana BPUM sebesar Rp 2,4 juta dari pemerintah.

Dana bantuan UMKM disalurkan melalui nomor rekening yang bersangkutan secara bertahap.

Program BPUM ini sudah berjalan sejak 2020 dan berlanjut hingga 2021.

Kementerian Koperasi dan UKM beberapa waktu lalu sempat mengusulkan kepada Kementerian Keuangan agar BLT UMKM Rp 2,4 juta itu bisa dilanjutkan pada 2021.

“(Kemenkop) sedang mengusulkan (BLT UMKM) untuk dilanjutkan (pada 2021),” kata Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM, Hanung Harimba Rachman, saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/12/2020).

Hanung berharap, permohonan ke Kementerian Keuangan itu sudah tuntas di awal semester 2021.

Sama dengan BLT UMKM tahun 2020, Kemenkop UMKM mengusulkan jumlah kuota penerima sebantak 12 juta UMKM.

“Kalau kita mengajukan sama dengan tahun ini, karena perkiraan (informasi dari salah satu penelitian) yang belum bankable itu 22 juta (pelaku UMKM),” ujar Hanung.

“Tentunya sekarang lebih banyak lagi, dengan adanya Covid-19. Jadi kita usulkan 12 juta lagi, jadi totalnya 24 juta,” tambah dia.

Untuk BLT UMKM yang disalurkan tahun 2020, calon penerima bantuan dapat mengecek apakah pihaknya mendapatkan bantuan atau tidak melalui salah satu bank penyalur, yaitu BRI.

BRI selaku bank penyalur BPUM akan mengirimkan SMS notifikasi kepada penerima bantuan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi.

Calon penerima dapat dengan mudah mengecek status BPUM melalui website resmi https://eform.bri.co.id/bpum.

Para calon penerima mengakses laman bri.co.id, dengan memasukkan nomor KTP beserta kode verifikasinya.

Untuk BLT UMKM yang disalurkan tahun 2020, calon penerima bantuan dapat mengecek apakah pihaknya mendapatkan bantuan atau tidak melalui salah satu bank penyalur, yaitu BRI.

BRI selaku bank penyalur BPUM akan mengirimkan SMS notifikasi kepada penerima bantuan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi.

Calon penerima dapat dengan mudah mengecek status BPUM melalui website resmi https://eform.bri.co.id/bpum.

Para calon penerima mengakses laman bri.co.id, dengan memasukkan nomor KTP beserta kode verifikasinya.

Nantinya saat proses pencairan, para calon penerima harus menyiapkan syarat-syarat sebagai berikut:

  • Buku tabungan
  • Kartu ATM dan identitas diri
  • Penerima BPUM juga harus melengkapi dokumen terdiri dari: Surat Pernyataan, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dan atau Kuasa Penerima dana BPUM.

Banpres Produktif Usaha Mikro bukan merupakan pinjaman maupun kredit, tetapi merupakan hibah.

Saat proses pencairan bantuan, penerima juga tidak dikenakan biaya apa pun.

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #koperasi ukm #RP 2,4 Juta #BRI

Sumber Refrensi : https://m.tribunnews.com/

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – William Mitchell, Bule Inggris yang Jualan Tempe di London dan Laris

komite-umkm.org – William Mitchell, pemilik warung tempe di London, mengatakan sangat suka tempe dan belajar di bikinnya di beberapa kota di Jawa sebelum memutuskan untuk memproduksi sendiri dan menjual makanan Indonesia ini.

William mengatakan sejak mencoba makan tempe -saat tinggal di Jakarta- ia langsung suka.

“Saya suka tempe, dan saat pulang ke Inggris tak ada tempe.”

“Saya pikir kalau saya suka tempe, saya mengambil risiko dengan mulai produksi dan jual tempe,” kata William. Eh ternyata warungnya laris banyak pelanggan.

William berjualan di warungnya selama tiga hari dan selebihnya dipakai untuk produksi dan memasak tempe, yang dibuatnya dengan resep kari kuning dan tempe jinten.

Ia datang pagi dari rumahnya yang berjarak sekitar dua setengah jam dari London untuk membuka warungnya dan melayani makan siang pelanggannya.

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #warung tempeh #london

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Ada Plafon Rp 253 T, Berikut Syarat Dapat KUR di BRI, Bank Mandiri, dan BNI

komite-umkm.org – Pemerintah pada tahun ini meningkatkan plafon kredit usaha rakyat (KUR) menjadi Rp 253 triliun. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan plafon yang ditetapkan sebelumnya, Rp220 triliun.

Tahun lalu, pemerintah menganggarkan KUR senilai Rp 190 triliun. Adapun, dengan peningkatan plafon, maka ada tambahan anggaran subsidi bunga KUR 2021 sebesar Rp 7,6 triliun.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan peningkatan tersebut merupakan respons atas antusiasme pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tinggi akan kehadiran KUR dengan suku bunga rendah.

“Kebutuhan KUR untuk UMKM untuk mempercepat pemulihan ekonomi pada masa Covid-19 cukup besar, maka target penyaluran KUR 2021 ditingkatkan,” katanya dalam siaran pers, 28 Desember 2020.

Bagi pelaku usaha yang ingin mengajukan KUR, Bisnis merangkum persyaratan KUR di tiga bank BUMN, yaitu BRI, Bank Mandiri, dan BNI.

Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Dikutip dari laman resmi BRI, Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI terdiri dari 3 jenis yaitu KUR Mikro, Retail KUR, dan KUR TKI.

  1. KUR Mikro Bank BRI berupa kredit modal kerja dan atau investasi dengan plafon sampai dengan Rp 25 juta per debitur.

Persyaratan calon debitur:
-Individu atau perorangan yang melakukan usaha produktif dan layak
-Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan.
-Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit.
-Persyaratan administrasi, identitas berupa KTP, Kartu Keluarga, dan surat izin usaha

  1. KUR Kecil Bank BRI adalah kredit modal kerja dan atau investasi kepada debitur yang memiliki usaha produktif dan layak dengan plafon lebih dari Rp 25 juta sampai dengan Rp 500 juta per debitur.
    Persyaratan calon debitur:
    -Mempunyai usaha produktif dan layak.
    -Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit.
    -Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan.
    -Memiliki surat izin usaha mikro dan kecil (IUMK) atau surat ijin usaha lainnya yang dapat dipersamakan.
  2. KUR TKI Bank BRI diberikan untuk membiayai keberangkatan calon TKI ke negara penempatan dengan plafond sampai dengan Rp25 juta.

Persyaratan calon debitur:
-Individu atau perorangan calon TKI yang akan berangkat bekerja ke negara penempatan.
-Persyaratan administrasi berupa identitas berupa KTP dan Kartu Keluarga, perjanjian kerja dengan pengguna jasa, perjanjian penempatan, serta paspor, visa, dan persyaratan lainnya sesuai ketentuan.

Bank Mandiri
KUR Bank Mandiri memiliki suku bunga 6 persen efektif per tahun. KUR di Bank Mandiri terdiri dari empat jenis, yaitu:

  1. KUR Mikro, dengan limit kredit maksimal sampai dengan Rp 25 juta per debitur dan jangka waktu maksimal 2 tahun.
  2. KUR Ritel, dengan limit kredit di atas Rp 25 juta sampai dengan maksimal Rp 200 juta per debitur, dan jangka waktu maksimal 3 tahun untuk kredit modal kerja dan 5 tahun untuk kredit investasi.
  3. KUR Penempatan TKI, dengan limit kredit maksimal sampai dengan Rp 25 juta per debitur dengan jangka waktu disesuaikan dengan masa kontrak kerja atau maksimal 12 bulan.
  4. KUR Khusus, dengan limit di atas Rp 25 juta sampai dengan Rp 500 juta diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster dengan menggunakan Mitra Usaha untuk komoditas perkebunan rakyat dan peternakan rakyat serta perikanan rakyat.

Syarat pengajuan KUR Mikro dan KUR Ritel:
-Calon debitur/debitur tidak memiliki kredit atau
-Calon penerima KUR Mikro dan Kecil dapat sedang menerima kredit/pembiayaan yaitu KUR pada penyalur yang sama, kredit kepemilikan rumah, kredit/leasing kendaraan bermotor, kartu kredit, dan resi gudang dengan kolektibilitas lancar.
-Dalam hal Calon Debitur/ Debitur masih memiliki baki debet Kredit Produktif dan/ atau Kredit Program di luar KUR tetapi yang bersangkutan telah melunasinya, maka diperlukan Surat Keterangan Lunas/ Roya dengan lampiran cetakan rekening Koran dari Bank sebelumnya.
-Tidak masuk Daftar Hitam Nasional Penarik Cek dan/ atau Bilyet Giro Kosong.
-Usia Calon Debitur minimal 21 tahun atau sudah menikah (dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Akte Kelahiran/ Surat Kenal Lahir atau Kartu Keluarga (KK) atau Surat Nikah dari Instansi yang berwenang) dan saat kredit lunas usia maksimal 60 tahun.
-Mempunyai usaha produktif dan layak yang telah berjalan 6 (enam) bulan.

Syarat Pengajuan KUR Penempatan TKI:
-Berusia minimal 21 tahun dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau akte kelahiran/ Surat Kenal Lahir dari instansi yang berwenang.
-Calon TKI dimungkinkan berusia minimal 18 tahun, namun harus menyerahkan Surat ijin dari suami/ istri/ orang tua/ wali untuk bekerja di luar negeri.
-Berdasarkan IDI – Bank Indonesia, calon debitur/ debitur tidak memiliki kredit atau mempunyai kredit dengan kolektibilitas seluruhnya Lancar dan tidak masuk Daftar Hitam Nasional Penarik Cek dan/atau Bilyet Giro Kosong.
-Memiliki perjanjian kerja/ kontrak kerja minimal 2 (dua) tahun dengan pengguna bagi TKI yang ditempatkan oleh PPTKIS, Pemerintah, atau TKI yang bekerja secara perseorangan.

Bank Negara Indonesia (BNI)
Dikutip dari laman resmi BNI, Kredit Usaha Rakyat BNI memberikan kemudahan proses pinjaman cepat dengan nominal di atas Rp10 juta hingga Rp50 juta yang dapat digunakan untuk modal kerja usaha maupun investasi. Pinjaman ini bisa dicicil hingga 60 bulan dengan suku bunga rendah 6 persen efektif per tahun dan tidak diwajibkan jaminan tambahan.
Berikut syarat umum pemohon perorangan KUR Mikro BNI

  1. Kriteria pemohon:
    Individu/perseorangan atau badan usaha dalam hal ini Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), anggota keluarga dari karyawan/karyawati yang berpenghasilan tetap atau bekerja sebagai Tenaga kerja Indonesia (TKI), TKI yang purna dari bekerja di luar negeri, dan pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), yang melakukan usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup.
  2. Perizinan usaha:
    Individu/perseorangan atau Badan usaha perorangan: minimal Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) yang diterbitkan Pemerintah Daerah dan/atau surat keterangan usaha dari Kelurahan setempat atau surat izin lainnya.
    Badan usaha di luar butir a di atas mengacu ketentuan BNI.
  3. Kualitas Kredit Bank (jika ada) adalah lancar.
  4. Pengalaman usaha minimal 6 (enam) bulan.
  5. Usia pemohon (khusus untuk pemohon individu / perseorangan) minimal 21 tahun atau belum berusia 21 tahun tetapi sudah menikah.
  6. Tidak sedang menerima kredit produktif dari Perbankan dan/atau tidak sedang menerima kredit program dari Pemerintah (kecuali KUR).
  7. NPWP : Tidak disyaratkan.
  8. Jaminan: Tidak diwajibkan jaminan tambahan.

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #plafon kur #kur #BNI #BRI #Mandiri

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Kabar Baik! 64 Juta UMKM Bisa Cari Duit di Pasar Modal Lho

komite-umkm.org – Pemerintah menyatakan dengan adanya Undang-Undang No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau Omnibus Law Ciptaker, sebanyak 64 sektor informal, termasuk UMKM di Indonesia saat ini bisa mencari dana melalui pasar modal. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dengan UU Cipta Kerja saat ini sektor informal bisa dengan mudah membentuk Perseroan Terbatas (PT).

Pasalnya, kata Airlangga saat ini pembentukan PT tidak dibatasi dengan modal minimal Rp 50 juta. Di samping itu, pembuatan PT saat ini bisa dilakukan dengan hanya satu nama.

Seperti diketahui, pada Pasal 109 ayat 5 UU Cipta Kerja, terdapat pengkhususan bagi perseroan yang memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil (UMK) dapat mendirikan PT hanya dengan satu orang.

Pendiriannya tidak memerlukan anggaran dasar, cukup pernyataan pendirian perseroan yang disahkan secara elektronik oleh Menteri Hukum dan HAM.

“Jadi UMKM cukup mendaftar sektor dari web (website) yang disiapkan Kumham (Kementerian Hukum dan HAM) dan dengan demikian bahwa 64 juta sektor informal bisa transformasi ke sektor formal apalagi pasar modal,” jelas Airlangga pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia 2021, Senin (4/1/2021).

Lebih lanjut, Airlangga menyatakan, dengan UU Cipta Kerja diharapkan bisa mengurangi dampak negatif dari pandemi Covid-19, terutama bisa membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Hingga pada akhirnya, Indonesia bisa menjadi negara yang mampu untuk berkompetitif dengan negara lain. Peringkat ease of doing business (EODB) atau kemudahan berinvestasi, dengan adanya UU Cipta Kerja juga diharapkan bisa meningkat, baik untuk pengusaha nasional, UMKM, dan untuk para investor asing.

Pemerintah juga telah menyiapkan daftar prioritas investasi, sehingga prioritas investasi, terutama untuk UMKM yang memiliki modal usaha di bawah Rp 10 miliar bisa bermitra dengan pengusaha besar.

Menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Keci, dan Menengah (KUKM) per 2018, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia.

Sumber Refrensi : https://www.cnbcindonesia.com/

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #ciptakerja #menko perekonomian #koperasi

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Gerilya KOPITU ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Pertanian Kabupaten Bangli

komite-umkm.org – Selasa 5 Januri 2021, Gebrakan awal tahun, Tim KOPITU dengan didampingi oleh Ketua Umum, Yoyok Pitoyo, kembali melanjutkan koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah di Kabupaten Bangli. Kedatangan kali ini disambut secara langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bangli.

Kedatangan Tim KOPITU kali ini adalah sebuah follow up dari kunjungan sebelumnya ke Bupati Bangli, dengan pembahasan yang masih relevan, yaitu strategi pengembangan sektor Pertanian dan IKM serta UKM. “Beberapa konsep ekosistem yang merupakan gabungan dari beberapa program kerja kami diskusikan dengan Lembaga terkait di tingkat Kabupaten guna merancang langkah strategis. Saya rasa hal semacam ini sangat diperlukan untuk menyongsong tahun 2021 yang kita harap akan menjadi tahun table turning bagi perekonomian baik pada skala nasional maupun daerah”, ungkap Yoyok Pitoyo.

Yoyok Pitoyo menjelaskan bahwa sebenarnya dengan sinergitas yang baik dan pemahaman terhadap sistem kerja, ditambah dengan akses berbagai fasilitas, jaringan dan sumber daya akan dapat mengembangkan dan menumbuhkan kembali perekonomian secara signifikan. “Untuk itu, kita yang merupakan salah satu stake holder tidak bisa hanya tinggal diam. Momentum harus diciptakan dan upaya harus terus bergulir”, pungkas Yoyok Pitoyo.

Menurut Yoyok, dengan penggabungan program kerja yang dijadikan modular, dapat menciptakan sebuah ekosistem perekonomian hulu-hilir yang sangat terintegrasi. Dalam hal ini, program kerja yang akan diintegrasikan lebih awal adalah Factory Sharing KOPITU, Ketahanan Pangan, Pelatihan Pertanian, dan Pengembangan Kewirausahaan.

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #factory sharing KOPITU #pertanian #ikm

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Syarat dan Tata Cara Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Tahun 2021 dari Kemenkop UKM

komite-umkm.org – Banpres Produktif atau BLT UMKM baik di tahap 1 maupun tahap 2 sudah tersalurkan sepenuhnya.

BLT UMKM ini merupakan salah satu program pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dalam menangani pandemi Covid-19.

Nilai bantuan yang diberikan kepada pelaku usaha mikro tersebut yakni sebesar Rp2,4 juta.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan rencananya, banpres produktif ini akan dilanjutkan tahun 2021. Hal tersebut dikarenakan masih banyak pelaku usaha mikro yang belum mendapat BLT.

Adapun syarat penerima BLT UMKM ini adalah sebagai berikut.

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  3. Memiliki usaha Mikro
  4. Bukan ASN, TNI/Polri, serta Pegawai BUMN/BUMD
  5. Tidak menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR
  6. Bagi pelaku UKM yang memiliki KTP dan domisili usaha yang berbeda, dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU).

Sementara itu, bagi yang sudah memenuhi persyaratan bisa menyiapkan diri dengan membaca tata cara pendaftaran BLT UMKM berikut ini.

  1. Mendaftarkan usahanya ke Dinas Koperasi Kabupaten/Kota dengan melampirkan bukti memiliki usaha mikro dari pengusul.
  2. Kementerian Koperasi akan melakukan penilaian kelayakan bersama Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  3. Jika pendaftar dianggap layak menerima dana BLT ini, uangnya akan ditransfer langsung ke rekening pendaftar.

Akan tetapi, perlu diketahui, untuk jadwal pastinya, Kemenkop UKM belum mengumumkan pembukaan pendaftaraan BLT UMKM untuk tahun 2021 ini

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #koperasi pemasaran #alam bali jaya #dpw bali

Sumber Refrensi : https://fixindonesia.pikiran-rakyat.com/

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Penyuluhan dan RAT Koperasi Kopitu Alam Bali Jaya

komite-umkm.org – Pada hari Senin, 04 Januari 2021, dimulai pukul 10.00 Wita di Jalan Ahmad Yani 192, Peguyangan Denpasar Bali, Kopitu DPW Bali melaksanakan kegiatan rapat tatap muka dalam rangka Pembentukan Koperasi Pemasaran Kopitu Alam Bali Jaya dengan Protokol ketat standar Covid-19. Calon Anggota Koperasi Kopitu Alam Bali Jaya terdaftar hadir secara Offline dan Online sekita 60 orang peserta.

Ketua Panitia Pembentukan Koperasi Pemasaran Kopitu Alam Bali Jaya Bpk Nyoman Theo Mahendra, S.Tr.Par menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta rapat termasuk Narasumber, Panitia dan Calon Anggota Koperasi.

Dalam kesempatan itu Ketua Kopitu DPW Bali Bpk. I Wayan Rediyasa, SE juga memaparkan terkait Visi dan Misi, tujuan dan program Kerja Kopitu DPW Bali kedepan termasuk Pembentukan Koperasi Pemasaran Kopitu Alam Bali Jaya beserta Pembentukan DPD Kopitu di setiap Kabupaten Kota di Bali.

Acara Rapat Penyuluhan Koperasi Kopitu Alam Bali Jaya di pandu oleh Bpk Wayan Agus Junaedi dan Bpk I Nyoman Gede Suasta, CHT.

Poin Utama yang menjadi target rapat tersebut adalah terbentuknya Struktur Kopitu Alam Bali Jaya beserta kelengkapan administrasi lainnya untuk sesegera mungkin Legalitas Koperasi Kopitu Alam Bali Jaya bisa diterbitkan tentunya atas referensi dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali.

Penyuluhan Koperasi Kopitu Alam Bali Jaya dibuka oleh Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Bpk. Ketut Meniarta, S.Tp.,M.Si. Dalam sambutannya tersebut beliau menyampaikan Pengertian tentang Koperasi, Jenis Jenis Koperasi dan manfaat Koperasi, sehingga seluruh Calon Anggota Koperasi Alam Bali Jaya sangat antusias mendengarkan dan memperhatikan pemaparan Beliau.

Secara lebih terperinci materi Penyuluhan di Sampaikan Oleh Bpk Nyoman Kartika, SH dan dua jajaran Pegawai Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali. Terjadi tanya jawab yang sangat menarik dalam pemaparan tersebut sehingga seluruh peserta rapat terlihat sangat antusias dan bersemangat.

Hal yang sempat membuat perhatian khusus dalam rapat tersebut adalah secara tidak diprediksi oleh TIM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali adalah turut Hadirnya Asst.satu Provinsi Bali yaitu Bpk. I Gede Indra Dewa Putra, SE, MM, beliau merupakan salah satu Dewan Pertimbangan Kopitu DPW Bali. Dalam sambutannya Bapak I Gede Indra Dewa Putra menyampaikan motivasi kepada seluruh Peserta Rapat Penyuluhan Koperasi Kopitu Alam Bali Jaya. “Janganlah menyerah untuk ikut menjadi Anggota Koperasi Kopitu Alam Bali Jaya dan janganlah ikut untuk menyerah, sehingga perlu persiapan mental dan keterbukaan dalam menjadi keanggotaan Koperasi yang berazaskan Kekeluargaan dan Gotong royong”…Ujar I Gede Indra Dewa Putra.

Kesimpulan dalam rapat Penyuluhan Koperasi Kopitu Alam Bali Jaya yang dilaksanakan di Sekretariat Kopitu DPW Bali (Kampus OTC Bali Denpasar) adalah sebagai berikut:

Penyuluhan terkait Pemahaman Koperasi dan beberapa jenisnya telah disampaikan oleh Pihak Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali.

Setelah seluruh Peserta memahami informasi detail tentang Pemahaman Koperasi, Jenis jenis Koperasi dan lain sebagainya, maka acara rapat dilanjutkan setelah Makan Siang. Rapat itu adalah RAT yang tujuannya adalah Pembentukan Struktur Pengurus dan Pengawas, pembahasan AD/ART Koperasi Kopitu Alam Bali Jaya.

Nama Koperasi secara sepakat diberi nama “Koperasi Pemasaran Kopitu Alam Bali Jaya”.

Tempat Kedudukan dan Kantor Koperasi Kopitu Alam Bali Jaya disepakati dengan alamat di Jalan Ahmad Yani No.192, Peguyangan, Denpasar Bali.

Struktur Koperasi Kopitu Alam Bali Jaya secara sepakat ditunjuk sebagai Ketua Koperasi adalah I Wayan Rediyasa, SE, Sekretaris adalah I Nyoman Theo Mahendra, S.Tr, Par dan Bendahara adalah Luciana Ayu Sukmawati.

Kemudian untuk Dewan Pembina Koperasi langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Dewan Penasehat Koperasi adalah Bapak I Gede Indra Dewa Putra, SE, MM, Ketua Dewan Pengawas I Nyoman Gede Suasta, CHT, Anggota Dewan Pengawas : I Gde Leo Sastra, S.Tr.Par dan Anggota Dewan Pengawas Anik Wijaya.

Secara teknis juga dibentuk Operasional Manager Koperasi adalah I Made Rai Wisnawa dan Assisten nya Bapak Wayan Arjana. Untuk Kepala Unit lainnya akan dibentuk pada saat berjalan nantinya.

Demikian lah pemaparan singkat tentang Penyuluhan dan RAT Koperasi Kopitu Alam Bali Jaya telah terlaksana dengan baik dan lancar yang ditutup oleh Moderator Bpk I Nyoman Gede Suasta, CHT.

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #koperasi pemasaran #alam bali jaya #dpw bali

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

EnglishIndonesian