( Dengar rintihan berjuta kepala : penggalan lirik lagu Iwan Fals)

Salah satu tema dalam WEBINAR yg diinisiasi oleh KOPITU (Komite Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah Indonesia Bersatu) beberapa waktu yang lampau adalah soal pertanian dan ketahanan pangan di ETHIOPIA. Materi pertanian dan ketahanan pangan di ERHIOPIA disampaikan oleh Bapak Al Busyra Basnur selaku Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk ETHIOPIA, DJIBOUTI dan Uni Afrika. ETHIOPIA dimasa lampau dikenal dunia dengan kemiskinan dan kelaparan (rawan pangan) karena kemarau panjang sehingga mewarnai lirik lagu penyanyi legendaris IWAN FALS. Saat ini, ETHIOPIA telah berhasil melakukan transformasi di sektor pertanian menuju industrialisasi. Sejak sekitar tahun 2000 hingga kini ETHIOPIA telah berhasil mewujudkan penguatan ketahanan pangan bagi penduduknya yang berjumlah sekitar 115 juta jiwa. Kinerja itu diperlihatkan dengan raihan Indeks Keberlanjutan Pangan yang berada di peringkat 27 dunia (The Economist Intelligence Unit 2020). Negara dengan ibu kota ADDIS ABABA itu juga telah berhasil menembus pasar dunia (global) untuk beberapa komoditas pertanian utama seperti kopi, minyak biji-bijian dan buah-buahan, bunga potong segar dan sayuran polongan kering. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau sektor pertanian memberikan kontribusi nyata dalam pertumbuhan ekonomi yang tinggi (50 persen dari GDP) di ETHIOPIA melalui ekspor (95 persen) dan penyerapan tenaga kerja (85 persen). Salah satu kunci keberhasilan ETHIOPIA dalam melakukan transformasi di sektor pertanian adalah kegiatan alih teknologi dan penyediaan sumber daya produksi terutama dari ISRAEL dan dalam penguatan SDM pertanian. Meskipun demikian, ETHIOPIA masih menghadapi sejumlah persoalan seperti kekeringan, serangan hama, keterbatasan penyediaan pupuk dan pestisida serta lemahnya dalam melakukan pemasaran.

Berbicara tentang ETHIOPIA, ingatan kembali pada beberapa dekade yang lampau ketika petani Indonesia yang terhimpun dalam suatu yayasan melalui Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memberikan bantuan pangan (beras) dan sejumlah uang pada ETHIOPIA dan negara-negara lain di Afrika. Saat itu, di tahun 1984, Indonesia memang telah berhasil melakukan swasembada pangan (beras) sebagai manifestasi kerja keras petani. Belakangan bantuan petani dialihkan dalam bentuk peningkatan kemampuan SDM pertanian beberapa negara di Afrika melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) di Indonesia dan pengiriman tenaga ahli pertanian Indonesia ke beberapa negara di Afrika. Penulis yang di tahun 1992-1999 bertugas mengelola salah satu unit kerja pendidikan dan pelatihan (diklat) pegawai pertanian Kementerian Pertanian RI di Jawa Timur, mendapatkan kesempatan untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi petani dari beberapa negara di Afrika selama sekitar 2 (dua) minggu. Selain berlatih-melatih tentang budi daya tanaman, petani dari beberapa negara di Afrika juga ditempatkan/dimagangkan di beberapa peternak sapi perah yang berada di daerah Kediri, Batu dan Pasuruan. Kegiatan magang sekaligus dimanfaatkan untuk memperlihatkan (sightseeing) pada petani dari beberapa negara di Afrika tentang potensi pariwisata Indonesia, terutama dari Provinsi Jawa Timur.

Selain antusiasme dalam menimba ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi petani dari beberapa negara di Afrika ternyata meninggalkan cerita-cerita menarik karena perbedaan bahasa, budaya dan penguasaan kemampuan di bidang pertanian. Semuanya sudah barang tentu memberikan banyak pengalaman yang bermanfaat untuk melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) pertanian berikutnya.

KASONGAN, BANTUL, YOGYAKARTA, 10 September 2021.

Asikin CHALIFAH

„Äč SEKJEN KOPITU (Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah Indonesia Bersatu).

Follow Sosial Media :

TAGAR :  #Indonesia #SuksesExpor # #UMKM #umkmkopitu  #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas  #yoyokpitoyo  #KOPITU 

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

No comments