Alasan Kimia Farma Tunda Vaksin Berbayar Hari Ini

61 Views

Jakarta — PT Kimia Farma (Persero) Tbk resmi menunda penyelenggaraan vaksin berbayar yang semula dijadwalkan mulai hari ini, Senin (12/7). Alasannya, BUMN farmasi tersebut ingin memperluas sosialisasi program vaksin covid-19 melalui gotong royong individu tersebut ke masyarakat. “Besarnya animo dan banyaknya pertanyaan yang masuk membuat manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi vaksinasi gotong royong individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta,” ungkap Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno Putro kepada CNNIndonesia.com.

Kimia Farma beralasan vaksin berbayar ditunda karena butuh sosialisasi sebelum dilakukan. Namun, program ini menuai pro dan kontra di masyarakat.

Rencananya ke depan, perusahaan akan melakukan sosialisasi dan pengaturan pendaftaran calon peserta vaksinasi. Sebelumnya, program ini dicanangkan sejalan dengan program vaksin gotong royong yang melibatkan kalangan pengusaha.

Kimia Farma Tunda Vaksin Berbayar Hari Ini Pada vaksin berbayar, harga dipatok sebesar Rp321.660 per dosis. Sementara tarif layanan maksimal Rp117.910 per dosis. Kendati begitu, program vaksin gotong royong yang belum berjalan sesuai rencana, namun dibarengi dengan rencana vaksin berbayar melalui Kimia Farma itu justru menuai protes dari sejumlah kalangan. Salah satunya mantan sekretaris menteri BUMN Said Didu. Menurutnya, perusahaan pelat merah seharusnya membantu masyarakat yang susah mendapat vaksin, bukan berbisnis dengan cara menjual vaksin secara berbayar. Biadab Jika pun ada bayarannya, ia ingin mekanismenya tetap gratis, namun penerima vaksin bisa memberi sumbangan kepada negara untuk bantuan penanganan covid-19. Tapi dengan begini, tidak ada tarif tertentu yang dipatok. “Urutan vaksin: gratis-mandiri-jual komersial oleh BUMN. BUMN seharusnya ditugaskan membantu rakyat yg lagi susah, bukan berbisnis di tengah kesusahan rakyat,”

Protes juga datang dari Ekonom Senior Indef Faisal Basri. Menurut Faisal, program vaksin berbayar ialah tindakan yang biadab di tengah distribusi vaksin yang masih terbatas kepada masyarakat. “Sejak awal memang BUMN Farmasi memandangnya sebagai peluang bisnis,” tutur Faisal melalui unggahan di Twitter pribadinya. Kendati banyak kontra, namun ada juga yang pro dengan program vaksin berbayar, yaitu pengacara kondang Hotman Paris. Bahkan, menurut Hotman, seharusnya program itu sudah diberikan sejak tahun lalu karena terbukti ampun mengatasi penyebaran covid-19 seperti yang terjadi di AS. “Hotman sudah dari tahun lalu teriak-teriak agar dibuka vaksin mandiri! Usul agar semua jenis vaksin tersedia!” tegas Hotman lewat akun Instagramnya @hotmanparisofficial. “Dulu positif corona paling tinggi di AS, tapi semakin dapat diatasi setelah rakyat AS bebas beli vaksin di apotik dan klinik! Makasih untuk Pemerintah Indonesia,” lanjut pengacara kondang tersebut.

Pada vaksin berbayar, harga dipatok sebesar Rp321.660 per dosis. Sementara tarif layanan maksimal Rp117.910 per dosis. Kendati begitu, program vaksin gotong royong yang belum berjalan sesuai rencana, namun dibarengi dengan rencana vaksin berbayar melalui Kimia Farma itu justru menuai protes dari sejumlah kalangan. Salah satunya mantan sekretaris menteri BUMN Said Didu. Menurutnya, perusahaan pelat merah seharusnya membantu masyarakat yang susah mendapat vaksin, bukan berbisnis dengan cara menjual vaksin secara berbayar. Biadab Jika pun ada bayarannya, ia ingin mekanismenya tetap gratis, namun penerima vaksin bisa memberi sumbangan kepada negara untuk bantuan penanganan covid-19. Tapi dengan begini, tidak ada tarif tertentu yang dipatok. “Urutan vaksin: gratis-mandiri-jual komersial oleh BUMN. BUMN seharusnya ditugaskan membantu rakyat yg lagi susah, bukan berbisnis di tengah kesusahan rakyat,”

Menurut Faisal, program vaksin berbayar ialah tindakan yang biadab di tengah distribusi vaksin yang masih terbatas kepada masyarakat. “Sejak awal memang BUMN Farmasi memandangnya sebagai peluang bisnis,” tutur Faisal melalui unggahan di Twitter pribadinya. Kendati banyak kontra, namun ada juga yang pro dengan program vaksin berbayar, yaitu pengacara kondang Hotman Paris. Bahkan, menurut Hotman, seharusnya program itu sudah diberikan sejak tahun lalu karena terbukti ampun mengatasi penyebaran covid-19 seperti yang terjadi di AS. “Hotman sudah dari tahun lalu teriak-teriak agar dibuka vaksin mandiri! Usul agar semua jenis vaksin tersedia!” “Dulu positif corona paling tinggi di AS, tapi semakin dapat diatasi setelah rakyat AS bebas beli vaksin di apotik dan klinik! Makasih untuk Pemerintah Indonesia,” lanjut pengacara kondang tersebut.

No comments

EnglishIndonesian
Open chat
butuh bantuan?
Ada yang bisa KOPITU Bantu?
tanyakan keluhan anda