Kolaborasi Traceability, Korporatisasi dan Industrialisasi Petani Mandiri Kunci Sukses Kemakmuran Petani Modern

Pentingnya digitalisasi dalam sektor pertanian dirasakan kebutuhanya dari hulu hingga ke hilir. Digitalisasi selain market adalah dengan adanya ketertelusuran yang sudah menjadi standar belakangan ini. Urgensi hal tersebut disampaikan oleh Yoyok Pitoyo selaku Ketua Umum KOPITU dalam Webinar KOPITU dan PROPAKTANI pada Jum’at 24 September 2021. Webinar tersebut juga dihadiri oleh Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho, S.T.P., M.Agr., Ph.D.selaku Associate Professor Universitas Gadjah Mada dan Rudolf Wirawan selaku President Perhimpunan Indonesia Australia.

“Kita mendorong para petani agar bersatu membentuk gabungan-gabungan petani, yang selanjutnya membentuk Bumdes, Koperasi ataupun BUMP. Kemudian ditambahkan dengan beberapa tenaga professional agar memperluas jangkauan usaha seperti pembiayaan. KOPITU bisa memfasilitasi hal ini dengan hilirisasi yang selama ini sedang kami lakukan. Hal ini penting dilakukan untuk menghindarkan jaringan usaha dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab”, ungkap Yoyok.

Menurut Bayu Dwi Apri, Food traceability atau ketertelusuran makanan harus mencakup dari faktor input penanaman, distribusi dan perdagangan sampai ke rak terakhir penjualan untuk komsumen akhir. “Mungkin bagi sebagian besar masyarakat Indonesia ketika membeli makanan atau bahan makanan tidak terlintas untuk mempertanyakan asal makanannya dari mana, bagaimana cara menanamnya, amankah dikonsumsi dan lainnya. Sebaliknya, di Eropa, Amerika Serikat dan Australia itu menjadi perhatian khusus dan telah menjadi syarat dalam industri makanan”, ungkapnya. Ketertelusuran ini diharapkan dapat memberikan dampak yang baik bagi supply chain pertanian secara keseluruhan. “Selain itu, user akan lebih yakin tentang product safety, product security dan reliability”, lanjutnya.

Rudolf Irawan menyampaikan bahwa Korporatisasi Petani merupakan langkah pemberdayaan yang levelnya berbeda dengan pemberdayaan petani yang dilakukan secara meluas belakangan ini. “Korporatisasi ini tidak hanya kita bisa membimbing mereka untuk menjadi terorganisir, tapi juga bisa mengatur proses supply chain mulai produksi hingga pengolahan lanjut. Bahkan dengan mitra yang tepat, penetrasi market ekspor bisa dilakukan seperti yang disampaikan Ketum tadi”, ungkap Rudolf.

“Baik platform, market, dan hal lain yang dibutuhkan untuk ekosistem ini sudah kami siapkan. Kalau bukan kita yang bikin melek petani dan semua pemangku kepentingan, siapa lagi? Salam KOPITU!”, pungkas Yoyok.

Follow Sosial Media :

TAGAR :  #Indonesia #SuksesExpor # #UMKM #umkmkopitu  #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas  #yoyokpitoyo  #KOPITU 

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Persiapan Umrah, Barcode Sertifikat Vaksin Corona RI Tak Terbaca di Arab Saudi

Foto ilustrasi: Getty Image

Pemerintah memberikan kabar terbaru mengenai rencana pelaksanaan umrah dan vaksinasi COVID-19 di Arab Saudi. Hanya saja terdapat kendala dalam persiapan tersebut,

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali menyebutkan sistem QR Code pada sertifikat vaksin COVID-19 Indonesia belum bisa dibaca sistem Arab Saudi. Padahal, QR code dibutuhkan sebagai syarat melaksanakan umrah.

“Yang harus menjadi perhatian adalah QR code sertifikat vaksin. Pengamatan kami di lapangan bahwa QR Code adalah menjadi hal yang mutlak ketika pembacaan sertifikat vaksin tersebut di bandara, kami sudah mencoba membaca QR Code sertifikat dari Indonesia sampai pada saat kami mencoba uji coba itu belum bisa terbaca,” katanya dalam diskusi virtual ‘Apa Kabar Umrah Kita?’, Selasa (21/9/2021).

Dijelaskan oleh Endang, sertifikat vaksin Corona elektronik dari sejumlah negara sudah bisa terbaca, salah satunya Nigeria. Tentunya hal ini menjadi kendala besar dan akan menyulitkan jamaah umrah karena merupakan rangkaian dari protokol kesehatan yang ketat di Arab Saudi.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Abdul Kadir menyampaikan barcode sertifikat vaksin COVID-19 Kemenkes RI dalam aplikasi PeduliLindungi untuk sementara masih berlaku di Indonesia.

Ke depannya, Kemenkes RI akan membuat program khusus untuk calon jamaah haji terkait vaksinasi dan menyelesaikan kendala ini.

Kopitu Buka Rahasia Pertanian Organik Dengan Teknologi Bioreaktor Kapal Selam


KOPITU Buka Rahasia Peningkatan Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas Pertanian dengan Teknologi Bioreaktor dan Bahan Organik

Teknologi pertanian semakin berkembang dari waktu ke waktu.
Berbagai temuan dan inovasi telah banyak diciptakan oleh inventor jenius dari seluruh penjuru negeri.
Belakangan ini, trend yang sedang begitu ramai dikembangkan adalah adanya teknologi Bioreaktor.
Salah satu teknologi Bioreaktor yang asli berasal dari Indonesia adalah Bioreaktor Kapal Selam.
Melalui event webinar KOPITU, Mohammad Sobri selaku penemu Bioreaktor Kapal Selam dan Eny Prasetyowati selaku Ketua Komunitas 3GO berbagi pengalaman dan ilmu terkait peningkatan kualitas, kuantitas dan kontinuitas pertanian.


Selain itu, webinar ini juga turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi dan Ketua Umum KOPITU Yoyok Pitoyo.
“Bioreaktor Kapal Selam ini bisa mengolah sampah maupun limbah peternakan dan pertanian menjadi pupuk organik dan energi. Petani terbantu dengan hasil pupuknya dan energinya bisa digunakan seperti untuk menerangi lampu jalan”, ungkap Sobri.
Selain energi listrik, ada juga output berupa gas yang juga bisa digunakan sebagai bahan bakar.

Di sisi lain, menurut Eny Prasetyowati, pupuk organik memiliki efek yang lebih signifikan dibanding pupuk kimia.
Selain lebih murah, tingkat bahaya yang ditimbulkan juga lebih minimum.

“Dengan produksi pupuk organik secara mandiri, sebenarnya bisa dibilang tidak perlu modal banyak lagi untuk menjalankan. Karena pada dasarnya, limbah hasil panen merupakan bahan dasar pupuk organik itu sendiri yang digunakan untuk menyuburkan tanaman,” ungkapnya.

“Kita berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan kembali dan juga tetap eksis dalam pemberdayaan bersama dengan KOPITU dan Bu Eny juga. Dengan kerjasama seperti ini saya rasa merupakan langkah paling efektif, apalagi dengan tingginya minat dan antusias petani terhadap teknologi semacam ini dan metode metode pertanian organik,” pungkas Sobri.

Bali Gencarkan Transmisi Roda Perekonomian ke Pertanian Komoditas Unggul

Depresi perekonomian dialami oleh berbagai elemen masyarakat di seluruh dunia dikarenakan adanya Pandemi COVID 19. Salah satu yang terdampak dengan keras adalah Provinsi Bali. Isu ini diangkat dalam event Webinar KOPITU Jum’at, 17 September 2021 yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi, I Putu Astawa selaku Kepala Dinas Pariwisata Bali mewakili Gubernur Bali, Perencana Utama Bappenas sekaligus Ketua Umum PPPI I Dewa Gde Sugihamretha, Komang selaku Praktisi Pertanian di Bali, Pembina DPW KOPITU Bali Gede Indra, dan Ketua DPW KOPITU Bali Wayan Reddy.

“Selama PPKM, semua pariwisata ditutup. Dengan ditutupnya kawasan pariwisata tersebut maka kegiatan kepariwisataan pun ikut terhenti, karena PPKM Darurat memang mengatur penutupan pintu masuk gerbang pariwisata. Otomatis, roda perekonomian terhenti secara total”, ungkap I Putu Astawa.

Sejak bermula persebaran COVID 19 di Indonesia, efek yang sangat berat memang dirasakan oleh masyarakat Bali. Hal ini dikarenakan mayoritas penduduk Bali bergantung pada sektor pariwisata sebagai roda perekonomian utama. “Sektor UKM pun mengalami penurunan, walaupun tidak begitu signifikan. Oleh karena itu kami sempat melakukan penguatan terhadap UKM”, tambah Astawa.

Menurut I Dewa Gde Sugihamretha, perencanaan sarana dan prasarana pertanian di Bali sebenarnya sudah banyak yang mulai berjalan, namun masih belum ada yang dapat mensinergikan para pelaku dan menciptakan ekosistem yang layak.

“Dari tahun 1995 saya sudah lakukan transformasi dan berjalan paralel dengan pariwisata. Namun dengan sektor yang terbilang minoritas di sini, saya banyak mengalami kesulitan, dan akhirnya apa yang saya takutkan terjadi. Kebertumpuan pada sektor pariwisata saja, tentu akan sangat berbahaya”, ungkap Komang.

Gede Indra mengungkapkan bahwa potensi pertanian di Bali sebenarnya sangat besar. Komoditas unggulan seperti Porang, Talas Beneng dan berbagai jenis umbi potensial ekspor lain banyak mulai dibudidayakan.

“Kita perlu mengangkat level pertanian di Bali. Salah satunya dengan establishment ekosistem bisnis yang rangkap dari hulu hingga ke hilir, sehingga supply chain dapat terjaga. Dengan demikian, saya yakin Bali mampu bangkit dan menjadi daerah yang luar biasa tidak hanya oleh pesona wisatanya, namun juga oleh potensi pertanian nya, Salam KOPITU”, ungkap Yoyok.

Prosedur Pengajuan Izin Edar PSAT, P-IRT dan MD/ML BPOM

Dalam Webinar Series di episode ke 103 yang diselenggarakan oleh KOPITU dan Propaktani-Ditjen TP Kementerian Pertanian RI kali ini mengangkat Topik Prosedur Pengajuan Izin Edar MD (BPOM) dan PIRT Aneka Priloduk Pangan Olahan Lokal serta PSAT.

Dalam Sambutannya Ketua Umun KOPITU Yoyok Pitoyo, pelaku utama (petani) dan UMKM sangat perlu memahami perizinan-perizinan Produk Pangan Olahan maupun Produk Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) supaya lebih meyakinkan konsumen dan bisa masuk ke pasar yang lebih besar dan modern. Petani dan UMKM diharapkan bisa menjadi mandiri, naik kelas dan go global untuk lebih mensejehtarekan perekonomian mereka sendiri.

Dalam Webinar ini dihadiri para narasumber kompeten dalam bidangnya seperti Bu Anisyah S.Si, Apt, MP selaku direktur Registrasi Pangan Olahan Menjelaskan tentang perbedaan Pangan Segar dan Pangan Olahan serta bagaimana proses Perizinanya.

Berikutnya Narasumber sekaligus Sekertaris Jendral KOPITU, Ir. Asikin Chalifah memaparkan materi Perihal Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) menegaskan poin-poin penting tentang PSAT dan mengapa PSAT itu penting.
Poin-poin tersebut adalah :
-Tuntutan yang semakin meningkat terhadap produk pangan yang bermutu (gizi) dan aman bagi kesehatan konsumen.
-Pangan yang bermutu dan aman untuk dikonumsi adalah pangan yang bebas dari cairan kimiawi, biologis dan benda-benda lain yang merugikan, mengganggu, dan membahayakan kesehatan konumen.
-sebagian besar konsumen mensyaratkan pentingnya kehalalan dalam produk pangan

  • mewujudkan SDM yang sehat, aktif dan produktif sesuai kaidah-kaidah. Mengkonsumsi pangan yang beragam, bergizim seimbang, aman (B2SA) dan Halal.
    Serta menjelaskan bagaimana prosesnya untuk bisa mendapatkan perizinan PSAT tersebut.

Narasumber terakhir dari Kepala Bidang pelatihan dan Sertifikasi, serta fasilitator BPOM-KOPITU, Ibu Christine K Purnama.
Menjelaskan perihal pemenuhan PIRT bagi produk pangan olahan.

Tentunya Perizinan-Perizinan Tersebut untuk sebagian Petani dan UMKM masih dirasa membingungkan bahkan dirasa ‘ribet’ untuk mereka.

KOPITU sendiri memiliki program pendampingan bagi para Petani dan UMKM untuk bisa mendapatkan perizinan tersebut.

Follow Sosial Media :

TAGAR :  #Indonesia #SuksesExpor # #UMKM #umkmkopitu  #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas  #yoyokpitoyo  #KOPITU 

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Analisis Kekuatan Eksternal Bisnis dengan PESTEL Framework

Dalam dunia bisnis, tantangan dan ancaman untuk brand atau perusahaan yang kamu bangun merupakan hal mutlak, Be-emers. Untuk itu, sebagai pelaku bisnis, kamu harus bisa mengidentifikasi apa saja tantangan dan ancaman serta peluang untuk bisnismu.

Nah, kamu bisa menggunakan PESTEL Framework untuk memudahkanmu dalam menganalisis, Be-emers! Kira-kira, kamu sudah tau belum soal PESTEL Framework ini?

PESTEL sendiri merupakan akronim untuk tools yang digunakan dalam mengidentifikasi kekuatan makro atau eksternal yang dihadapi suatu perusahaan atau organisasi. PESTEL merupakan singkatan dari Politics, Economy, Social, Technology, Environment, dan Legal.

Dalam berbisnis, khususnya pemasaran, sangat penting untuk melakukan analisis situasional sebelum mengimplementasikan berbagai jenis strategi dan rencana taktis lainnya.

Analisis menggunakan PESTEL bisa dilakukan secara rutin lho, Be-emers. Misalnya, selama 6 bulan sekali agar lebih efektif mengidentifikasi perubahan lingkungan makro. Jika perusahaanmu berhasil memantau dan merespon tersebut, maka bisa tercipta keunggulan kompetitif.

Politics

Hal ini menentukan sejauh mana kebijakan politik pemerintah dapat berdampak pada keberlangsungan bisnis dan perusahaan, atau bahkan industri tertentu. Elemen ini mencakup kebijakan dan stabilitas politik, kebijakan perdagangan, kebijakan fiskal, hingga perpajakan.

Economy

Faktor ini berdampak pada ekonomi dan juga kinerjanya, yang akan berdampak langsung pada perusahaan serta profitabilitasnya. Faktor-faktor tersebut meliputi tingkat suku bunga, tingkat lapangan pekerjaan, tingkat pengangguran, biaya bahan baku, dan juga nilai tukar mata uang asing.

Social

Nah, elemen yang satu ini berfokus pada lingkungan sosial dan mengidentifikasi tren yang muncul. Hal ini akan membantu pihak marketing suatu perusahaan untuk lebih memahami kebutuhan dan keinginan para konsumen mereka.

Faktor-faktor yang terkait adalah perubahan demografi, tingkat pendidikan, tren budaya, lingkungan keluarga, perubahan sikap, hingga perubahan gaya hidup.

Technology

Elemen ini mempertimbangkan tingkat inovasi dan perkembangan teknologi yang dapat mempengaruhi pasar atau industri. Faktor yang mempengaruhi antara lain yaitu perubahan teknologi digital dan seluler, otomatisasi, penelitian, dan pengembangan.

Selain itu, seringkali terdapat kecenderungan untuk fokus hanya pada perkembangan teknologi digital, padahal perusahaan juga harus mempertimbangkan metode distribusi, manufaktur, dan logistik yang baru.

Environment

Elemen environment atau lingkungan berkaitan dengan pengaruh lingkungan sekitar dan dampak aspek ekologis. Dengan semakin pentingnya CSR (Corporate Social Responsibility), elemen satu ini menjadi semakin penting.

Faktor-faktornya meliputi iklim, prosedur daur ulang, jejak karbon, pembuangan limbah, dan aktivitas yang mendukung keberlanjutan lingkungan lainnya.

Legal

Legal atau hukum merupakan elemen yang mendorong sebuah perusahaan untuk memahami apa yang legal dan diperbolehkan dalam wilayah atau tempat beroperasinya. Perusahaan harus tau setiap perubahan dalam undang-undang dan apa dampaknya bagi bisnis.

Hal-hal yang termasuk dalam elemen ini antara lain undang-undang ketenagakerjaan, hukum konsumen, kesehatan dan keselamatan, peraturan dan pembatasan internasional, serta undang-undang perdagangan.

Elemen politik memang bersilangan dengan elemen hukum, namun perbedaan utamanya adalah bahwa faktor politik dipimpin oleh kebijakan pemerintah, sedangkan faktor hukum harus dipatuhi.

Setelah pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa analisis PESTEL membantu suatu perusahaan atau bisnis dalam mengidentifikasi kekuatan eksternal yang dapat mempengaruhi pasar mereka.

Selain itu, analisis ini dapat menjelaskan bagaimana elemen-elemen tersebut dapat mempengaruhi bisnis secara langsung. Biasanya, hasil analisis PESTEL dapat digunakan untuk mengisi matriks peluang dan ancaman pada analisis SWOT.

Follow Sosial Media :

TAGAR :  #Indonesia #SuksesExpor # #UMKM #umkmkopitu  #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas  #yoyokpitoyo  #KOPITU 

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/


Ternyata Produk UMKM Olahan Umbi Indonesia Memiliki Minat Tinggi di Jepang!

Peningkatan produksi dan kualitas tanaman pangan sedang gencar digemakan oleh Kementerian Pertanian. Beberapa komoditas bahkan diangkat untuk menjadi komoditas ekspor baru yang bernilai tinggi. Hal ini dibahas dalam Webinar series yang diselenggarakan oleh KOPITU dan Propaktani pada Rabu, 8 September 2021. Acara tersebut dihadiri diantaranya oleh Yoyok Pitoyo selaku Ketua Umum KOPITU, Diana Emilla Sari Sutikno selaku Konsul Jenderal RI di Osaka, dan Teguh Wahyudi selaku President Director Sariraya Co., Ltd.

Menurut Yoyok, peluang pasar yang besar di jepang ini merupakan kesempatan baru bagi para petani. Tidak hanya untuk pasar bagi produk mentah, namun juga produk olahan yang diproduksi oleh UMKM Indonesia. “Dalam hal ini penting untuk para petani bisa membentuk Koperasi atau Korporasi sebagai wadah untuk koordinasi petani. Hal yang sama berlaku juga untuk UMKM. Dengan demikian, ada kesempatan besar bagi petani dan UMKM untuk turut serta dalam dunia ekspor impor yang menguntungkan.”, ungkapnya.

Berdasarkan keterangan Konjen Diana, beberapa produk pertanian Indonesia telah menguasai 100 persen potensi pasar ekspor Jepang. Antara lain produk minyak nabati dan lemak, lada, dan ubi jalar. Untuk ekspor minyak nabati terdiri atas minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan minyak nabati lain termasuk margarin. Gambaran ekspor ini menunjukkan dominasi subsektor pertanian. Terdapat juga ekspor komoditas hortikultura dan tanaman pangan, yang realisasinya sangat bisa ditingkatkan mengingat pasar yang luas.

“Pasar kita sangat luas, dan jalur untuk para petani sudah ada, seperti yang saya lakukan dan KOPITU juga lakukan. Saya sangat tertarik dengan berbagai produk UMKM yang dimiliki di Indonesia bahkan termasuk cabai dan jengkol. Saya merasa positif kita bisa secara bersama sama nanti dengan KOPITU untuk mengembangkan peluang tersebut.”, ungkap Teguh.

“Tentunya kita mendorong agar para petani dan pelaku UMKM bisa naik kelas, mandiri dan go ekspor, sebagaimana Visi dan Misi KOPITU.”, pungkas Yoyok.

Follow Sosial Media :

TAGAR :  #Indonesia #SuksesExpor # #UMKM #umkmkopitu  #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas  #yoyokpitoyo  #KOPITU 

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Bagi-bagi KUR, Airlangga Ingatkan Jangan Cari Rentenir!

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menyerahkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada warga di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Airlangga menyebut warga tak perlu mencari rentenir lantaran pemerintah telah memberikan KUR dengan suku bunga 3 persen.

Hal ini disampaikan Airlangga Hartarto saat menyerahkan pinjaman dana subsidi program KUR kepada masyarakat bersama Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajeckshah di salah satu hotel di Medan.

Airlangga Hartarto

“Pemerintah telah memberikan kredit usaha rakyat yang platfomnya sekarang Rp 285 triliun. Dan ini meningkat dari tahun lalu,” kata Airlangga dalam sambutannya.

Airlangga menyebutkan bunga pinjaman itu pun telah turun. Untuk itu, Airlangga menjamin tidak ada satupun rentenir yang berani memberikan pinjaman dengan suku bunga demikian.

“Bunganya 3 persen, jadi dijamin tidak ada satu rentenir pun yang berani memberikan tingkat suku bunga 3 persen. Jadi tidak ada saingan ini. Dan kedua kredit sampai dengan Rp 100 juta, tidak ada jaminan,” ujar Airlangga.

Kemudian Airlangga juga menuturkan bagi masyarakat yang mengambil untuk pertama kali, menyicilnya pun ditunda selama 6 bulan.

“Untuk yang ambil pertama kali diberikan waktu 6 bulan menyicilnya, ditunda, dan saya jamin tidak ada satu rentenir yang bisa bersaing dengan bank-bank BUMN maupun BUMD,” sebut Airlangga.

Airlangga menekankan Gubernur dan Wakil Gubernur mengajak masyarakat jangan takut untuk mengajukan KUR.

“Oleh karena itu Pak Gubernur, Pak Wagub, kredit ini didorong, tadi kita melihat beberapa PKL dan warteg walaupun sudah punya pengamalan tapi masih belum berani mengambil utang,” sebut Airlangga.

Setelah menyerahkan KUR, Airlangga juga turut berbincang-bincang dengan para pkakerja. Airlangga mendengar setiap keluhan para prakerja hingga mereka mengajukan pinjaman ke bank.

Kemudian, para prakerja itu pun lalu diberikan KUR prakerja dengan disaksikan langsung oleh Airlangga.

Follow Sosial Media :

TAGAR :  #Indonesia #SuksesExpor # #UMKM #umkmkopitu  #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas  #yoyokpitoyo  #KOPITU 

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

ETHIOPIA

( Dengar rintihan berjuta kepala : penggalan lirik lagu Iwan Fals)

Salah satu tema dalam WEBINAR yg diinisiasi oleh KOPITU (Komite Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah Indonesia Bersatu) beberapa waktu yang lampau adalah soal pertanian dan ketahanan pangan di ETHIOPIA. Materi pertanian dan ketahanan pangan di ERHIOPIA disampaikan oleh Bapak Al Busyra Basnur selaku Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk ETHIOPIA, DJIBOUTI dan Uni Afrika. ETHIOPIA dimasa lampau dikenal dunia dengan kemiskinan dan kelaparan (rawan pangan) karena kemarau panjang sehingga mewarnai lirik lagu penyanyi legendaris IWAN FALS. Saat ini, ETHIOPIA telah berhasil melakukan transformasi di sektor pertanian menuju industrialisasi. Sejak sekitar tahun 2000 hingga kini ETHIOPIA telah berhasil mewujudkan penguatan ketahanan pangan bagi penduduknya yang berjumlah sekitar 115 juta jiwa. Kinerja itu diperlihatkan dengan raihan Indeks Keberlanjutan Pangan yang berada di peringkat 27 dunia (The Economist Intelligence Unit 2020). Negara dengan ibu kota ADDIS ABABA itu juga telah berhasil menembus pasar dunia (global) untuk beberapa komoditas pertanian utama seperti kopi, minyak biji-bijian dan buah-buahan, bunga potong segar dan sayuran polongan kering. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau sektor pertanian memberikan kontribusi nyata dalam pertumbuhan ekonomi yang tinggi (50 persen dari GDP) di ETHIOPIA melalui ekspor (95 persen) dan penyerapan tenaga kerja (85 persen). Salah satu kunci keberhasilan ETHIOPIA dalam melakukan transformasi di sektor pertanian adalah kegiatan alih teknologi dan penyediaan sumber daya produksi terutama dari ISRAEL dan dalam penguatan SDM pertanian. Meskipun demikian, ETHIOPIA masih menghadapi sejumlah persoalan seperti kekeringan, serangan hama, keterbatasan penyediaan pupuk dan pestisida serta lemahnya dalam melakukan pemasaran.

Berbicara tentang ETHIOPIA, ingatan kembali pada beberapa dekade yang lampau ketika petani Indonesia yang terhimpun dalam suatu yayasan melalui Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memberikan bantuan pangan (beras) dan sejumlah uang pada ETHIOPIA dan negara-negara lain di Afrika. Saat itu, di tahun 1984, Indonesia memang telah berhasil melakukan swasembada pangan (beras) sebagai manifestasi kerja keras petani. Belakangan bantuan petani dialihkan dalam bentuk peningkatan kemampuan SDM pertanian beberapa negara di Afrika melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) di Indonesia dan pengiriman tenaga ahli pertanian Indonesia ke beberapa negara di Afrika. Penulis yang di tahun 1992-1999 bertugas mengelola salah satu unit kerja pendidikan dan pelatihan (diklat) pegawai pertanian Kementerian Pertanian RI di Jawa Timur, mendapatkan kesempatan untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi petani dari beberapa negara di Afrika selama sekitar 2 (dua) minggu. Selain berlatih-melatih tentang budi daya tanaman, petani dari beberapa negara di Afrika juga ditempatkan/dimagangkan di beberapa peternak sapi perah yang berada di daerah Kediri, Batu dan Pasuruan. Kegiatan magang sekaligus dimanfaatkan untuk memperlihatkan (sightseeing) pada petani dari beberapa negara di Afrika tentang potensi pariwisata Indonesia, terutama dari Provinsi Jawa Timur.

Selain antusiasme dalam menimba ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi petani dari beberapa negara di Afrika ternyata meninggalkan cerita-cerita menarik karena perbedaan bahasa, budaya dan penguasaan kemampuan di bidang pertanian. Semuanya sudah barang tentu memberikan banyak pengalaman yang bermanfaat untuk melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) pertanian berikutnya.

KASONGAN, BANTUL, YOGYAKARTA, 10 September 2021.

Asikin CHALIFAH

》 SEKJEN KOPITU (Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah Indonesia Bersatu).

Follow Sosial Media :

TAGAR :  #Indonesia #SuksesExpor # #UMKM #umkmkopitu  #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas  #yoyokpitoyo  #KOPITU 

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Lanjutkan Perjalanan Luar Negeri, Australia Segera Rilis Sertifikat Vaksin Covid Internasional

Lanjutkan Perjalanan Luar Negeri, Australia Segera Rilis Sertifikat Vaksin Covid Internasional

 

Mulai bulan depan, pemerintah Australia akan mengeluarkan sertifikat vaksin virus corona internasional sebagai persiapan untuk melanjutkan perjalanan ke luar negeri.

Nantinya, warga Australia yang sudah divaksinasi dan akan bepergian ke luar negeri hasus mengunduh aplikasi yang dilengkapi dengan kode QR yang mendaftarkan vaksin yang diakui secara internasional.

Informasi tersebut juga akan disematkan di paspor fisik untuk mempermudah proses masuk kembali ke negara tersebut. Perjalanan internasional akan dilanjutkan setelah negara itu mencapai tingkat vaksinasi 80 persen.

Paspor vaksin akan memainkan peran penting dalam membuka kembali perbatasan.

“Warga Australia akan dapat kembali ke rumah dalam jumlah yang lebih besar dan kami juga akan dapat mulai menyambut siswa internasional, mereka yang ingin datang ke sini untuk bekerja dan akhirnya turis lagi,” kata Menteri Perdagangan Dan Tehan, seperti dikutip dari 9News, Kamis (8/9).

Kembalinya perjalanan internasional juga akan menandakan berakhirnya proses karantina selama 14 hari. 

Standar internasional akan memungkinkan perjalanan ke tempat-tempat seperti Singapura, Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat.

Follow Sosial Media :

TAGAR :  #Indonesia #SuksesExpor # #UMKM #umkmkopitu  #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas  #yoyokpitoyo  #KOPITU 

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Peluang Tinggi Baru Pasar Produk UMKM Olahan Umbi dan Chip Porang di Korea Selatan

Produk olahan umbi Indonesia pada umumnya memiliki prospek pasar yang sangat bagus di Korea Selatan. Peningkatan nilai ekspor selalu signifikan dari tahun ke tahun, terlebih lagi dengan adanya diversifikasi yang sekarang gencar dilakukan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala ITPC Busan, Reandhy Putra Darmawan dalam webinar KOPITU pada Sabtu, 4 Agustus 2021. Di samping Kepala ITPC, webinar tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua Umum KOPITU Yoyok Pitoyo dan Mitra KOPITU di Korea Selatan Captain Ham Yeong-Soo.

“Produk umbi Indonesia sudah dikenal salah satu yang terbaik di kawasan Asia. Saya sangat mengharapkan produk-produk seperti itu dari Indonesia dapat masuk ke Korea Selatan dalam jumlah yang lebih besar, terutama dengan adanya agreement baru yang akan ditandatangani antara Korea Selatan dan Indonesia”, ungkap Capt. Ham.

Berdasarkan pernyataan tersebut, pemerintah Indonesia saat ini sedang memperbarui terms and condition ekspor dan impor antara Indonesia dan Korea khususnya pada produk Perikanan dan Pertanian. Hal tersebut menjadi peluang baru yang sangat besar bagi petani dan pelaku usaha di Indonesia. “Bahkan produk Indonesia lebih diminati dibanding produk Korea sendiri, namun banyak orang Korea yang belum menyadari karena kurangnya promosi.”, pungkas Capt. Ham.

Mengingat banyaknya kesulitan yang dihadapi oleh berbagai stakeholder di Indonesia, memang sangat dibutuhkan aksi nyata yang mempersiapkan ekosistem dari hulu hingga hilir. “Kita sebenarnya sudah membuka peluang pasar dan akses ke offtaker seperti yang ditanyakan tadi. Tinggal tergantung kepada bapak atau ibu sendiri untuk kapan mau memulai merapat dan segera berkolaborasi dengan kita. Mulai hulu hingga hilir kita sudah siapkan, dari onfarm sampai off farm.”, ungkap Yoyok.

“Kita sudah siapkan kok, dan mitra kita sudah ada di hampir seluruh wilayah Indonesia. Kita tinggal menunggu saja bagi para pelaku UMKM maupun petani dan jaringan bisnis lain untuk dengan kooperatif bergabung dan berkolaborasi dengan kita, Salam KOPITU”, pungkas Yoyok.

Follow Sosial Media :

TAGAR :  #Indonesia #SuksesExpor # #UMKM #umkmkopitu  #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas  #yoyokpitoyo  #KOPITU 

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Jokowi Minta Persyaratan KUR Dipermudah, Ini Kata BRI

Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu meminta persyaratan kredit usaha rakyat (KUR) terus dipermudah, guna mendongkrak kinerja pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Merespons hal tersebut, Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Supari mengatakan, selama ini salah satu kendala yang dihadapi calon debitor untuk mengajukan KUR ialah terkait jaminan atau agunan sebagai persyaratan kredit. “Permudah itu kan yang selama ini kita terjemahkan khususnya terkait dengan agunan,” kata dia di Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Namun demikian, sejak Juli lalu skema penyaluran KUR tanpa agunan telah disesuaikan oleh pemerintah. Terhitung sejak 1 Juli 2021, batas atas KUR tanpa agunan dinaikan dari semula Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta. “Isu tentang agunan, KUR super mikro sampai dengan Rp 10 juta itu tanpa agunan, KUR mikro di atas Rp 10 juta sampai Rp 50 juta tanpa agunan, KUR kecil di atas Rp 50 juta sampai Rp 100 juta tanpa agunan,” tutur Supari. “Yang di atas Rp 100 juta sesuai dengan penilaian dan kebijakan bank penyalur masing-masing,” tambahnya.

Menurut dia, saat ini edukasi justru menjadi poin paling penting dalam mendongkrak penyaluran KUR. Sebab, masih ada masyarakat yang lebih tertarik untuk melakukan kredit di non lembaga keuangan, dengan pertimbangan pencairan uang lebih cepat. “Masyarakat lebih senang ke pelepas uang. Oleh karena itu Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) sudah membangun layanan-layanan yang bisa setara dengan layanan pelepas uang atau rentenir,” katanya. Selain itu, Supari menambah, BRI bersama dengan bank BUMN lain saat ini telah memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia yang kuat untuk memperluas penyaluran KUR ke berbagai daerah.

“BRI punya agen yg hampir 500.000, BNI punya agen, Bank Mandiri punya agen, BTN juga punya agen. Belum lagi para RM (relationship manager) yang tersebar,” ucapnya. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar persyaratan KUR terus dipermudah. Dia juga ingin skema penyaluran KUR terus disempurnakan sebagaimana karakteristik UMKM. “Skema penyaluran KUR akan terus disempurnakan agar sesuai dengan karakteristik usaha-usaha yang ada di pertanian. Persyaratan KUR juga harus dipermudah,” kata Jokowi dalam peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2021 di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Follow Sosial Media :

TAGAR :  #Indonesia #SuksesExpor # #UMKM #umkmkopitu  #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas  #yoyokpitoyo  #KOPITU 

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

EnglishIndonesian
Open chat
butuh bantuan?
Ada yang bisa KOPITU Bantu?
tanyakan keluhan anda