Kredit Macet UMKM Perbankan Naik Usai Relaksasi Restrukturisasi Covid-19 Dicabut

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, bahwa terjadi peningkatan risiko kredit, khususnya pada kredit kecil dan mikro (UMKM) setelah relaksasi restrukturisasi Covid-19 dicabut pada akhir Maret 2024 lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Edina Rae mengatakan, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross perbankan per April 2024 sebesar 2,33% turun dari Maret 2024 yang berada di level 2,25% dan NPL net sebesar 0,81% dari Maret 2024 yang berada di level 0,77%.

Adapun, NPL gross UMKM per April 2024 berada pada level 4,26%, naik dari Maret 2024 yang berada di level 3,98% dan NPL net menjadi 1,54%, naik dari bulan lalu sebesar 1,45%

“Peningkatan NPL gross UMKM utamanya pada segmen kredit kecil dan mikro yang naik menjadi 3,89% di April 2024 dari Maret 2024 yang berada di level 3,65%. Walaupun demikian, perbankan telah mengantisipasi kenaikan NPL UMKM tersebut dengan membentuk CKPN kredit UMKM sebesar Rp 85,5 triliun dan perbandingan antara total CKPN UMKM terhadap total NPL UMKM mencapai sebesar 137,37%,” ungkap Dian saat konferensi pers RDKB OJK belum lama ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar juga menjelaskan, bahwa perbankan telah melakukan langkah antisipatif melalui pembentukan pencadangan yang memadai. Termasuk untuk penghapus bukuan dalam rangka menata kembali necara bank.

“Dengan langkah antisipasi tersebut, risiko kredit kecil mikro dapat berada di level terjaga dan kinerja bank bisa tumbuh secara berkelanjutan. OJK juga terus memonitor manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian dari industri perbankan,” tuturnya.

TAGAR: #SuksesExpor #UMKM #umkmkopitu #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #yoyokpitoyo #KOPITU #G20 #Viral

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Grup Facebook : https://www.facebook.com/groups/656213288473045/

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Tik-Tok : https://www.tiktok.com/@kopitujaya2022

Sumber : https://keuangan.kontan.co.id/

Kredit Macet UMKM Perbankan Naik Usai Relaksasi Restrukturisasi Covid-19 Dicabut

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, bahwa terjadi peningkatan risiko kredit, khususnya pada kredit kecil dan mikro (UMKM) setelah relaksasi restrukturisasi Covid-19 dicabut pada akhir Maret 2024 lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Edina Rae mengatakan, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross perbankan per April 2024 sebesar 2,33% turun dari Maret 2024 yang berada di level 2,25% dan NPL net sebesar 0,81% dari Maret 2024 yang berada di level 0,77%.

Adapun, NPL gross UMKM per April 2024 berada pada level 4,26%, naik dari Maret 2024 yang berada di level 3,98% dan NPL net menjadi 1,54%, naik dari bulan lalu sebesar 1,45%

“Peningkatan NPL gross UMKM utamanya pada segmen kredit kecil dan mikro yang naik menjadi 3,89% di April 2024 dari Maret 2024 yang berada di level 3,65%. Walaupun demikian, perbankan telah mengantisipasi kenaikan NPL UMKM tersebut dengan membentuk CKPN kredit UMKM sebesar Rp 85,5 triliun dan perbandingan antara total CKPN UMKM terhadap total NPL UMKM mencapai sebesar 137,37%,” ungkap Dian saat konferensi pers RDKB OJK belum lama ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar juga menjelaskan, bahwa perbankan telah melakukan langkah antisipatif melalui pembentukan pencadangan yang memadai. Termasuk untuk penghapus bukuan dalam rangka menata kembali necara bank.

“Dengan langkah antisipasi tersebut, risiko kredit kecil mikro dapat berada di level terjaga dan kinerja bank bisa tumbuh secara berkelanjutan. OJK juga terus memonitor manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian dari industri perbankan,” tuturnya.

TAGAR: #SuksesExpor #UMKM #umkmkopitu #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #yoyokpitoyo #KOPITU #G20 #Viral

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Grup Facebook : https://www.facebook.com/groups/656213288473045/

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Tik-Tok : https://www.tiktok.com/@kopitujaya2022

Sumber : https://keuangan.kontan.co.id/

4 Kelebihan Strategi Pemasaran Menggunakan AI, Termasuk Lebih Efisien

Saat ini kehadiran Artificial Intelligence (AI) bisa memudahkan banyak kegiatan manusia. Mulai dari memudahkan kegiatan edukasi hingga kegiatan bisnis, yang bisa lebih praktis menggunakan AI.

Cara kerja AI yang cepat dan ringkas membuat banyak pekerjaan lebih mudah terselesaikan.

Dalam bisnis, tidak jarang AI digunakan untuk mencari informasi, menganalisis, membuat produk desain dan editing, hingga menyusun strategi bisnis.

AI juga kerap digunakan dalam pemasaran bisnis, seperti membuat copywriting dan merancang pemasaran.

Selain itu, AI juga memiliki berbagai manfaat untuk strategi pemasaran bisnis. Simak penjelasannya berikut ini.

  1. Kerja Lebih Efisien

AI yang pada dasarnya cepat dan praktis tentu bisa menghemat waktu, tenaga, dan pikiran.
AI yang bekerja otomatis memproses suatu perintah dari penggunanya, bisa menyelesaikan banyak tugas dalam waktu singkat. Kehadiran AI untuk menyusun strategi pemasaran juga memungkinkan tim kerja lebih efisien dengan berfokus pada pekerjaan yang lebih besar dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kecil menggunakan AI.
Sebagai contoh, AI bisa digunakan untuk menulis copywriting pemasaran di saat tim yang lain mengerjakan tugas editing video konten promosi.
Dengan begitu, dua tugas ini bisa selesai secara bersamaan.

  1. Hemat Biaya

Kegunaan AI dalam bisnis juga bisa menghemat biaya perusahaan.
Jika sedang terdesak dan butuh hasil yang cepat, AI bisa digunakan untuk menganalisis data konsumen tanpa perlu membayar seorang data analisis.
Menganalisis data konsumen juga diperlukan dalam strategi pemasaran, tujuannya adalah untuk mengetahui beberapa hal, seperti minat pasar dan tingkat pembelian. Dengan menggunakan AI, kamu bisa memasukkan data dan AI akan menjelaskan kesimpulan dari analisis data tersebut.

  1. Memunculkan Ide dan Inovasi

Strategi pemasaran tentu perlu diimbangi dengan ide-ide kreatif, agar pemasaran bisa efektif menarik banyak pembeli. Ada kalanya, pelaku usaha atau tim pemasaran tidak memiliki ide segar untuk merancang strategi pemasaran.
Dengan menggunakan bantuan AI, kamu bisa mencari ide-ide baru untuk memasarkan produk. Bahkan, mungkin saja melahirkan inovasi baru yang membuat produk kamu semakin diminati konsumen.
AI dengan database informasi yang luas, memungkinkan kamu mengembangkan ide dan menyusun strategi pemasaran yang menarik, yang mungkin saja belum pernah terpikirkan olehmu sebelumnya.

  1. Perusahaan Tetap Kompetitif

Keuntungan lain dari melibatkan AI dalam strategi pemasaran adalah perusahaan bisa mengikuti perkembangan digital saat ini. Kompetitor tentu sudah banyak yang juga menggunakan teknologi AI ini, oleh sebab itu, penting bagi pelaku usaha untuk bisa menggunakan AI, agar tetap kompetitif dengan menggunakan teknologi digital yang ada.
Tidak jarang informasi dan strategi dari AI juga merupakan data terbaru yang paling relevan, sehingga perusahaan kamu tetap bisa update mengikuti perkembangan. Hal ini penting untuk strategi pemasaran bisnis.

TAGAR: #SuksesExpor #UMKM #umkmkopitu #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #yoyokpitoyo #KOPITU #G20 #Viral

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Grup Facebook : https://www.facebook.com/groups/656213288473045/

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Tik-Tok : https://www.tiktok.com/@kopitujaya2022

Sumber : https://umkm.kompas.com/

Bagaimana Cara Kegiatan Usaha Didata sebagaiUMKM Berdasarkan Pajak?

Wajib pajak yang menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) punya privilege untuk membayar pajak dengan tarif PPh final 0,5%.

Syaratnya, wajib pajak tersebut memperoleh omzet
tidak lebih dari Rp4,8 miliar dalam 1 tahun pajak.
Agar ‘didata’ sebagai pelaku UMKM dan berhak atas PPh final 0,5%, wajib pajak harus memiliki surat keterangan dari kantor pajak. Surat keterangan ini menerangkan bahwa wajib pajak memenuhi kriteria sebagai wajib pajak
yang memiliki omzet tidak lebih Rp4,8 miliar sesuai dengan PP 55/2022.
“Wajib pajak bersangkutan harus menyerahkan salinan surat keterangan yang dimaksud kepada pemotong/pemungut PPh,” bunyi Pasal 8 ayat (1) huruf b PMK 164/2023, dikutip pada Kamis (13/6/2024)

Surat keterangan itu nantinya perlu ditunjukkan kepada pihak pemotong/pemungut pajak. Dengan begitu, wajib pajak UMKM dikenai pemotongan hanya sebesar 0,5% ketika melakukan penjualan atau penyerahan jasa kepada pemotong/pemungut tersebut.

Untuk memperoleh surat keterangan, wajib pajak UMKM yang berstatus pusat perlu mengajukan permohonan ke KPP tempat wajib pajak berstatus pusat terdaftar. Saat ini, pengajuan suket sudah bisa dilakukan melalui aplikasi Info KSWP yang tersedia di DJP Online.

Surat keterangan berlaku sejak tanggal diterbitkan hingga berakhirnya jangka waktu pemanfaatan skema PPh final UMKM, yakni 3 tahun pajak untuk wajib pajak badan PT; 4 tahun pajak untuk wajib pajak badan berbentuk CV, firma, koperasi, dan perseroan perorangan; dan 7 tahun untuk wajib pajak orang pribadi.

Namun, masa berlaku suket bisa berakhir lebih awal apabila wajib pajak memilih untuk dikenai PPh sesuai dengan ketentuan umum atau wajib pajak sudah tidak memenuhi syarat untuk memanfaatkan skema PPh final UMKM.
Selanjutnya, perlu diingat juga bahwa PP 55/2022 juga mengatur adanya batas omzet tidak kena pajak bagi pelaku UMKM, yakni Rp500 juta. Untuk terbebas dari pemungutan PPh final 0,5% itu, wajib pajak perlu membuat surat pernyataan.
Sederhananya, surat pernyataan adalah surat yang menyatakan bahwa omzet dari kegiatan usaha wajib pajak orang pribadi UMKM masih belum melebihi Rp500 juta ketika bertransaksi dengan pihak pemotong/pemungut pajak.

Dengan surat pernyataan tersebut, wajib pajak orang pribadi UMKM nantinya akan terbebas dari pemotongan/pemungutan PPh ketika melakukan penjualan barang atau penyerahan jasa kepada pihak pemotong/pemungut.

Berbeda dengan suket yang pembuatannya perlu diminta ke DJP, surat pernyataan bisa dibuat sendiri oleh wajib pajak orang pribadi UMKM. Format surat pernyataan telah tercantum dalam Lampiran PMK 164/2023.
Hanya saja, fasilitas omzet hingga Rp500 juta tidak kena pajak ini hanya berlaku bagi wajib pajak orang pribadi UMKM. Dengan demikian, wajib pajak badan UMKM dengan omzet belum mencapai Rp500 juta tidak dapat menunjukkan surat pernyataan dan tetap kena PPh final 0,5%.

TAGAR: #SuksesExpor #UMKM #umkmkopitu #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #yoyokpitoyo #KOPITU #G20 #Viral

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Grup Facebook : https://www.facebook.com/groups/656213288473045/

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Tik-Tok : https://www.tiktok.com/@kopitujaya2022

Sumber : https://news.ddtc.co.id/

UMKM belum bangkit, butuh “Obat” apa?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan adanya pemulihan yang terlambat (lagging recovery) menjadi salah satu alasan kredit macet (non performing loan/NPL) sektor UMKM masih belum sesuai dengan harapan.

Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad menilai tingginya NPL tidak lepas dari belum pulihnya bisnis UMKM pasaca pandemi. Tercatat ada 4 sektor yang masih mengalami tekanan mulai dari UMKM sektor konstruksi dengan NPL masih mencapai 10% di Maret 2024. Selain itu UMKM sektor perdagangan besar dan eceran, sektor perantara keuangan dan real estate juga masih menghadapi banyak tantangan.

Yang Pertama, sektor konstruksi untuk UMKM, itu memang NPL-nya bahkan di Maret itu sampai 10,23%. Begitu, ini yang menunjukkan bahwa sejak pandemi, pemulihannya jauh lebih lambat. Pandemi mereka bisa NPL-nya sekitar 11,3, dan ini membuktikan bahwa memang sektor ini belum kembali pulih. Karena butuh waktu yang lebih lambat dari sisi ekonomi.

Yang kedua, perdagangan besar dan eceran, gitu trennya justru meningkat. Sejak pandemi, bukan turun. Kalau tadi konstruksi walaupun tinggi tapi turun, tapi kalau perdagangan besar dan eceran untuk UMKM justru meningkat. Ini membuktikan bahwa era sejak era pandemi memang tidak banyak perubahan yang mendasar dari sisi bagaimana mereka meningkatkan akses ke market, meskipun sudah ada sisi penambahan modal kerja maupun investasi.

Yang ketiga, saya kira adalah sektor perantara keuangan ini memang cukup naik tajam. NPL-nya menjadi 5,11, padahal pada awal pandemi hanya sekitar 3,58. Ini melihat bahwa tren kenaikan suku bunga yang tinggi membuat kesulitan bagi para kreditor membayar kewajibannya, terutama bagi UMKM di sektor perantara keuangan.

Terakhir, ada real estate. Meskipun sudah mengalami melandai, ya karena sudah mulai tumbuh, sekarang ada perbaikan tetapi masih perlu kita lihat. Sementara sektor lainnya, pertanian, perikanan, pertambangan, industri, dan jasa perorangan, trennya sebenarnya semakin membaik. Ini membuktikan bahwa beberapa sektor setelah pandemi setelah kita mengalui fase pemulihan, banyak yang juga sudah mengalami perbaikan.

“Kalau kredit UMKM itu rasionya mungkin sekitar 19 sampai 20% dari total kredit perbankan secara umum, ya dengan laju 7%. Dan ini lebih rendah, menandakan bahwa di bawah ini, saya kira sangat signifikan mempengaruhi ekonomi nasional. UMKM kontribusinya sekitar 60% dari PDB. Jadi kalau ada keterlambatan dari sisi kredit hanya sekitar 7%, maka tentu saja ini akan memperlabat pemulihan ekonomi dan ini terbukti nyata karena banyak mereka yang bergerak pada wilayah lokal dan banyak juga bergerak pada sektor makanan dan minuman. Maka ini akan mempengaruhi konsumsi masyarakat dan daya beli, dan ini yang kemudian memang akhirnya kita butuh katakan butuh satu kebijakan yang bisa mereka bisa keluar dari situasi tekanan yang cukup berat bagi mereka.” ujar Tauhid Ahmad.

Keadaan ini akan sangat tergantung pada polisi-polisi di bidang suku bunga, kemudian juga keman kredit, ataupun yang juga penting adalah bagaimana mereka mengatasi tekanan-tekanan dari market dengan situasi pasca Covid maupun dengan digital sekarang ini.

Kita ketahui juga di tahun ini Bank Indonesia sudah menaikkan satu kali 25 poin. Begitu, seperti apa hal ini mungkin akan berdampak juga kepada kredit, khususnya kredit UMKM, begitu ke depannya, ya. Saya kira kalau misalnya kita dalam bahkan 2-3 tahun terakhir kita mengalami era suku bunga tinggi, maka memang banyak pihak, termasuk banyak kalangan, ya, kita juga berharap bahwa era suku bunga ini harus secepatnya diakhiri.

Dikarenakan inflasi sudah rendah, kita butuh katakan karena suku bunga yang cukup kompetitif bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Kalau misalnya ini terlalu lama, tentu saja memang ini akan membuat sektor UMKM terutama.

Kalau lihat dari sisi NPL, justru yang UMKM bukan yang mikro atau kecil tapi yang menengah, ini yang menengah yang kemudian memang mereka merasakan sekali kesulitan untuk membayar kewajiban-kewajibannya dan salah satunya adalah bagaimana kita bisa mengacelerate suku bunga agar bisa lebih kalau bisa memang ini tertinggi dan mungkin di Kuartal keempat ataupun di Kuartal pertama tahun depan, itu sudah mulai diturunkan dan berharap bahwa bank-bank juga bisa secepatnya begitu, lag-nya tidak terlalu lama untuk bisa menyesuaikan suku bunga yang apa yang memang dibutuhkan bagi UMKM, meskipun kita tahu kita sudah ada polisi mengenai kur dengan subsidi.

Tapi tentu saja ini harus bisa diakses jauh lebih banyak dan lebih besar, terutama alokasinya bagi beberapa sektor yang sebenarnya sudah menunjukkan trenden perbaikan. Artinya ekspektasinya adalah bahwa tidak ada lagi kenaikan suku bunga ke depannya.

Pak, tauhid mengatakan “Saya kira sudah pada level tertinggi dan kita lihat beberapa Polisi ke depan, statement-statement dari sendiri tampaknya mereka sudah mulai merespon inflasi di us sendiri yang sudah mulai melandai. Namun, yang juga penting adalah bagaimana upaya menurunkan apa nilai tukar agar juga suku bunga bisa kita turunkan. Saya kira upaya-upaya di pasar keuangan maupun di pasar valuta itu menjadi ujung tombak agar juga memiliki pengaruh ya terhadap suku bunga kita, begitu. Meskipun mungkin bukan satu-satunya bagi bank, ya, tapi saya kira ini akan menjadi engor bagi bank untuk melihat proyeksi hubungan kita ke depan, begitu, oke, baik.”

Saat ini kredit UMKM mencapai 19-20% dari rasio kredit perbankan dan sektor UMKM berkontribusi sektar 60% dari PDB sehingga tekanan sektor UMKM akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Nasional.

Dibutuhkan kebijakan yang membantu kebangkitan UKM termasuk utaran terkait suku bunga, kredit hingga membantu UMKM menghadapi tekanan pasca covid-19 dan transformasi digitalisasi.

TAGAR: #SuksesExpor #UMKM #umkmkopitu #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #yoyokpitoyo #KOPITU #G20 #Viral

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Grup Facebook : https://www.facebook.com/groups/656213288473045/

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Tik-Tok : https://www.tiktok.com/@kopitujaya2022

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/.

Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=iCDJRx7FiTU

KOPITU Mendukung Program Ketahanan Pangan “MoU Dengan Direktur PSP Kementan

Yoyok Pitoyo Selaku ketua Umum KOPITU Bersama Indah Megahwati selaku Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP Kementerian Pertanian Republik Indonesia menandatangani secara langsung MoU dengan Direktorat Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP Kementerian Pertanian RI terkait KERJASAMA SINERGI ALAT DAN MESIN PERTANIAN IKM KOMITE PENGUSAHA MIKRO KECIL MENENGAH INDONESIA BERSATU (KOPITU) di Gedung Kementerian pertanian RI.

KOPITU Mendukung Program Ketahanan Pangan “MoU Dengan Direktur PSP Kementan

Selasa, 21 Mei 2024

Komite Pengusaha Mikro kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU) menandatangani MoU dengan Direktorat Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP Kementerian Pertanian RI terkait KERJASAMA SINERGI ALAT DAN MESIN PERTANIAN IKM KOMITE PENGUSAHA MIKRO KECIL MENENGAH INDONESIA BERSATU (KOPITU) yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian Petani di Indonesia dengan peralatan Moderen.

Yoyok Pitoyo Selaku ketua Umum KOPITU Bersama Indah Megahwati selaku Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP Kementerian Pertanian Republik Indonesia menandatangani secara langsung MoU tersebut di Gedung Kementerian pertanian RI.

“Petani adalah kunci dari ketahanan pangan di Indonesia, untuk itu KOPITU mendorong agar moderenisasi petani dapat dilakukan dengan baik” Ucap Yoyok Pitoyo.

Lewat MoU ini KOPITU berharap pertanian dan IKM di Indonesia dapat semakin berkembang dan sejahtera terutama dalam dukungan operasional alat dan mesin pertanian modern, tidak hanya kendaraan operaional roda 3 yang terbarukan, alat dan mesin pertanian juga harus mendapat pembaruan dengan teknologi terbaru yang lebih efisien dan murah dengan di dukung cluster Kredit KUR Pertanian dengan minimal 500 juta rupiah yang diharapkan dapat diserap dengan maksimal oleh seluruh petani di wilayah Indonesia

“Kami tentunya sangat berterimakasih dengan kontribusi KOPITU dan berharap Kerjasama ini dapat berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh semua petani di Indonesia’ Ucap Indah Megahwati.

Tentunya dengan dukungan berbagai pihak Mou ini dapat berdampak positif untuk pertanian di Indonesia lewat Alat dan Mesin pertanian modern yang efisien untuk menunjang produktivitas petani.

TAGAR: #SuksesExpor #UMKM #umkmkopitu #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #yoyokpitoyo #KOPITU #G20 #Viral

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Grup Facebook : https://www.facebook.com/groups/656213288473045/

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Tik-Tok : https://www.tiktok.com/@kopitujaya2022

Sumber : https://kopitu.co.id/

Ketegangan Geopolitik dan Resesi Global jadi Tantangan 100 Hari Kerja Prabowo- Gibran Bidang UMKM

Jakarta, WISATA – Dunia saat ini diwarnai dengan berbagai ketegangan geopolitik, mulai dari konflik Iran-Israel dan negara-negara Arab, ketegangan China-Taiwan, perang Rusia-Ukraina, hingga ketegangan Amerika-China. Ketidakpastian ini tak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga dirasakan oleh berbagai sektor di seluruh dunia, termasuk UMKM di Indonesia.

Menurut Ketua Umum Komite Pengusaha Kecil Menegah dan Mikro Indonesia Bersatu (KOPITU) Yoyok Pitoyo, ketegangan geopolitik yang tengah terjadi saat ini akan berdampak nyata terhadap terhadap UMKM Indonesia. Dampak tersebut meliputi: Pertama, Gangguan Rantai Pasokan: Konflik dan sanksi yang terjadi di berbagai negara dapat mengganggu rantai pasokan global, sehingga menyebabkan kelangkaan bahan baku dan kenaikan harga. Hal ini berakibat fatal bagi UMKM yang bergantung pada bahan baku impor, seperti tekstil, elektronik, dan bahan kimia.

Kedua Kenaikan Harga Bahan Bakar: Perang Rusia-Ukraina dan sanksi terhadap Rusia telah menyebabkan lonjakan harga energi global. Hal ini berimbas pada kenaikan harga bahan bakar dan logistik, yang pada gilirannya membebani biaya operasional UMKM.
Ketiga, Ketidakpastian Ekonomi: Ketidakpastian ekonomi global akibat geopolitik dapat menyebabkan fluktuasi nilai tukar mata uang dan inflasi. Hal ini membuat UMKM sulit untuk merencanakan bisnis dan mengelola keuangan mereka secara efektif.

Keempat, Terjadinya Penurunan Permintaan: Penurunan permintaan global untuk produk dan jasa dapat berakibat pada penurunan penjualan UMKM. Hal ini terutama dirasakan oleh UMKM yang mengekspor produknya ke negara-negara yang terkena dampak geopolitik. Dan Terakhir Kelima, Macetnya Pembayaran Angsuran Kredit usaha Rakyat (KUR). Penurunan permintaan serta penutupan usaha UMKM akan berimplikasi lebih jauh terhadap perbankan akibat macetnya angsuran KUR.

Dijelaskan lebih jauh oleh Yoyok, ketiga dampak tersebut jika tidak segera diatasi akan menimbulkan implikasi: Pertama, Penurunan Pendapatan dan Pertumbuhan: UMKM yang terdampak geopolitik dapat mengalami penurunan pendapatan dan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini dapat menyebabkan PHK karyawan, penutupan usaha, dan kemunduran ekonomi secara keseluruhan. Kedua, Penutupan Usaha: UMKM yang tak mampu bertahan di tengah gejolak geopolitik dan krisis ekonomi global berisiko gulung tikar. Hal ini akan berakibat pada hilangnya lapangan pekerjaan dan semakin memperparah angka pengangguran di Indonesia.

Ketiga, Ketergantungan pada Impor dan Ketidakstabilan Pasar Domestik: Ketergantungan UMKM pada bahan baku dan pasar impor membuat mereka rentan terhadap perubahan geopolitik. Hal ini perlu diatasi dengan diversifikasi sumber bahan baku dan pasar. Sedangkan Ketidakpastian ekonomi global dapat menyebabkan ketidakstabilan pasar domestik, sehingga membuat UMKM sulit untuk berinvestasi dan mengembangkan usahany

Keempat, Kemunduran Ekonomi: Kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia sangatlah signifikan. Jika UMKM terpuruk, maka hal ini akan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Dan Kelima Ketidakstabilan Sosial: Penutupan usaha dan hilangnya lapangan pekerjaan dapat memicu keresahan sosial dan ketegangan di masyarakat.

Menurutnya siapapun menteri yang terpilih dalam Kabinet Prabowo-Gibran yang akan datang harus mampu melakukan langkah-langkah strategis menghadapi berbagai persoalan diatas. Bila tidak maka UMKM Indonesia menghadapi ambang petaka. Meskipun demikian Ketidakpastian geopolitik dapat membuka peluang bagi UMKM untuk memproduksi barang-barang yang sebelumnya diimpor. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya alam dan tenaga kerja yang tersedia di Indonesia. Peluang juga dapat terbuka melalui percepatan digitalisasi ekonomi guna membantu UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan mereka secara online.

Geopolitik global dan resesi global merupakan ancaman nyata bagi masa depan UMKM Indonesia. Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengatasi tantangan ini dan membantu UMKM Indonesia untuk tetap berkembang dan berkontribusi pada pembangunan nasional.

TAGAR: #SuksesExpor #UMKM #umkmkopitu #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #yoyokpitoyo #KOPITU #G20 #Viral

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Grup Facebook : https://www.facebook.com/groups/656213288473045/

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Tik-Tok : https://www.tiktok.com/@kopitujaya2022

Sumber : https://kopitu.co.id/

Halal Bihalal DPD KOPITU Semarang, Tingkatkan Potensi Ekspor UKM*

Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU) Mengadakan Halal Bihalal di SemarangHalal Bihalal DPD KOPITU Semarang, Tingkatkan Potensi Ekspor UKM*

Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU) Mengadakan Halal Bihalal di Semarang

Dalam acara Halal Bihalal yang diadakan oleh DPD KOPITU Semarang yang diketuai oleh Rahayu Senjawati yang turut dihadiri Yoyok Pitoyo selaku ketua umum KOPITU, Halal Bihalal DPD KOPITU Semarang, Tingkatkan Potensi Ekspor UKM

Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU) Mengadakan Halal Bihalal di Semarang

Dalam acara Halal Bihalal yang diadakan oleh DPD KOPITU Semarang yang diketuai oleh Rahayu Senjawati yang turut dihadiri Yoyok Pitoyo selaku ketua umum KOPITU, Endang Sarwiningsih selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang yang mewakili walikota semarang, Soenarto selaku kepala Diskominfo kota semarang, dan Tri Supriyanto selaku kepala dinas perindustrian kota semarang.

Selain dalam acara Halal Bihalal dengan tujuan silaturahmi, KOPITU juga membawa misi untuk dapat meningkatkan UKM kota Semarang agar dapat menuju go Global dengan sosialisasi peningkatan kualitas produk serta perizinan yang dapat meningkatkan daya saing UKM kota Semarang baik di Dalam dan Luar Negeri.

“Potensi UKM kota Semarang sangat besar, dan lewat KOPITU di harapkan UKM Kota Semarang dapat go Global” Ucap Yoyok Pitoyo.

Dengan jejaring yang dimiliki KOPITU di dalam dan luar negeri di harapkan para UKM anggota kopitu dapat memanfaatkan fasilatas dari mulai perizinan, pembiayaan dari mitra, serta promosi dalam dan luar negeri

TAGAR: #SuksesExpor #UMKM #umkmkopitu #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #yoyokpitoyo #KOPITU #G20 #Viral

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Grup Facebook : https://www.facebook.com/groups/656213288473045/

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Tik-Tok : https://www.tiktok.com/@kopitujaya2022

Sumber : https://kopitu.co.id/

WHO Sebut Banyak Jajanan RI Mengandung Lemak Trans Tinggi, Ini Daftarnya

Jakarta – Asupan tinggi asam lemak trans atau Trans Fatty Acids (TFA) telah dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan kematian akibat penyakit jantung koroner. Setiap tahun, asupan lemak trans merenggut lebih dari setengah juta nyawa secara global.
Di Indonesia, penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab 73 persen dari seluruh kematian. Pola makan yang tidak sehat, termasuk pola makan yang tinggi lemak trans menduduki peringkat ketiga di antara penyebab kematian dan kecacatan dari semua penyakit tidak menular jika digabungkan.

Untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam menghilangkan lemak trans yang diproduksi secara industri, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia telah melakukan penilaian terhadap sumber makanan yang mengandung lemak trans dalam pasokan pangan Indonesia.

“Temuannya menunjukkan bahwa hampir 10 persen sampel mengandung lemak trans melebihi ambang batas yang direkomendasikan WHO, yakni kurang dari 2 g/100g total lemak,” ucap dr Lubna Bhatti, Team Lead NCDs and Healthier Population, WHO Indonesia, saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (6/5/2024).

dr Lubna mengatakan, kadar lemak trans yang tinggi banyak ditemukan pada jajanan yang banyak dikonsumsi, seperti biskuit, wafer, produk roti, dan jajanan kaki lima seperti martabak dan roti maryam. Banyak dari makanan ini yang populer di kalangan anak-anak, sehingga membuat generasi mendatang berisiko mengalami kesehatan yang buruk.

“Tanpa kebijakan peraturan yang kuat dan didukung oleh undang-undang nasional, Indonesia berisiko masuknya produk-produk yang mengandung banyak lemak trans, sehingga memperburuk apa yang sudah menjadi ancaman kesehatan dan pembangunan nasional,” ucapnya lagi.

Bukti menunjukkan bahwa cara paling efektif untuk menghilangkan lemak trans adalah melalui tindakan regulasi. WHO menganjurkan dua pilihan kebijakan praktik terbaik untuk menghilangkan TFA:

Batasi lemak trans hingga 2 per dari total kandungan lemak di semua makanan (2 gram/100 gram total lemak)
Melarang produksi, impor, penjualan dan penggunaan minyak terhidrogenasi parsial (PHO) di semua makanan.
Hingga saat ini, 53 Negara Anggota WHO secara global telah mengadopsi kebijakan praktik terbaik dalam penghapusan lemak trans, yang melindungi hampir separuh populasi dunia, sejalan dengan pendekatan WHO REPLACE yang diluncurkan pada tahun 2018.

TAGAR: #SuksesExpor #UMKM #umkmkopitu #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #yoyokpitoyo #KOPITU #G20 #Viral

Facebook : https://www.facebook.com/kopitupusat

Grup Facebook : https://www.facebook.com/groups/656213288473045/

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Tik-Tok : https://www.tiktok.com/@kopitujaya2022

Sumber : https://health.detik.com/