Perkuat Halal Value Chain Melalui Konsep Factory Sharing

355 Views

Halal Value Chain (HVC) merupakan upaya terintegrasi industri mulai dari input, produksi, distribusi, pemasaran, dan komsumsi. Dalam menghasilkan produk halal, input bahan baku mesti diperhatikan begitupula dengan teknologi pengolahan yang digunakan. Hal tersebut disampaikan oleh Yukon Afrinaldo selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Lhokseumawe dalam Webinar Festival Syariah Aceh 2021 yang digelar oleh Bank Indonesia pada 6 Agustus 2021. Selain Yukon, acara tersebut juga dihadiri oleh Eddy Gunawan selaku Anggota Dewan Syariah Aceh, Afdhal Aliasar selaku Direktur Industri Produk Halal KNEKS, Yoyok Pitoyo selaku Ketua Umum KOPITU, Mohammad Tanwier selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

“Penguatan Halal Value Chain berfokus pada enam klaster atau sektor industri potensial, antara lain makanan-minuman, pariwisata halal, fesyen muslim, media-rekreasi halal, farmasi-kosmetik halal, dan energi halal”, ungkap Afdhal pada saat sesi pemaparan materi narasumber. Menurutnya, peluang Halal Value Chain di Indonesia sebenarnya sangat besar mengingat Indonesia memiliki lebih dari 200 Juta pemeluk islam dan merupakan salah satu negara dengan pemeluk Islam terbanyak.

Sedangkan menurut Yoyok Pitoyo, Halal Value Chain memang sangat erat ikatanya dengan konsep Factory Sharing. “Sebagaimana yang kami terapkan dalam Program Kerja KOPITU, Factory Sharing ini memang harus memenuhi kriteria Halal dan Thayyib pada setiap aspeknya. Oleh karena itu, penerapan Traceability Blockchain sangat perlu dalam sebagai instrumen kontrol terhadap kualitas dan kehalalan produk”, ungkap Yoyok.

Lebih lanjut lagi, Yoyok mengungkapkan bahwa perlu ada koordinasi dengan Kementerian Perindustrian melalui Dinas di daerah untuk menciptakan ekosistem supply chain yang dirangkum dalam sebuah rumah produksi bersama. “Seperti yang kami lakukan, memang butuh kerjasama dengan banyak stakeholder, tapi yang tidak kalah pentingnya adalah kemampuan kita sebagai pengayom untuk bisa mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh UMKM yang dibina, dalam hal ini khususnya untuk kepengurusan Halal dan menciptakan sebuah rumah produksi bersama.” ungkap Yoyok.

“Kita sudah jalin kerjasama dengan BPOM dan BPJPH supaya binaan kita akan memiliki lebih banyak akses fasilitas”, pungkas Yoyok

No comments

Open chat
butuh bantuan?
Ada yang bisa KOPITU Bantu?
tanyakan keluhan anda