Upgrading dan Capacity Building DPD KOPITU Jakarta Selatan

Kunjungan Ketua Umum KOPITU, Yoyok Pitoyo disambut hangat oleh Dewan Pimpinan Daerah KOPITU Jakarta Selatan. Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, Yoyok memberikan “Kuliah” keorganisasian yang fundamental sebagai dasar KOPITU dalam mengkorporasikan organisasi.

“Kita memang organisasi nirlaba yang mewadahi UMKM, yang notabenenya ‘Orang Kecil’, tapi bukan berarti kita tidak punya profesionalitas dalam setiap aspek yang berkaitan. Justru sebagai mediator dan konsultan dengan berbagai stake holder, kita dituntut untuk memiliki kapasitas diplomatis”, ungkap Yoyok.
Menurut Yoyok, adaptasi terhadap program kerja DPP KOPITU harus diimplementasikan hingga ke level daerah maupun cabang, karena objek KOPITU itu sendiri berada di skala Pusat hingga Daerah, bahkan luar negeri. Untuk itu, diperlukan profesionalitas dan pemahaman tentang KOPITU beserta programnya yang ‘mumpuni’ untuk dapat benar-benar memajukan UMKM Indonesia untuk mandiri, go global dan go digital.

“Saya sendiri tidak pernah berhenti untuk mencari solusi bagi perekonomian di kelas kecil bahkan mikro. Tentunya kita semua ingin kondisi perekonomian kita dapat pulih kembali. Untuk itu kami merancang program kerja yang kami nilai dapat berjalan efektif di masa pandemi COVID-19 ini, diantaranya dengan peningkatan eksportasi melalui Indonesian Grocery, peningkatan kualitas dan efektifitas produksi melalui Factory Sharing, dan berbagai program kerja lain yang sudah kita mulai jalankan saat ini, Salam KOPITU!”, pungkas Yoyok

TAGAR : #jakartaselatan #yoyokpitoyo #goglobal #godigital #upgrading #kopitu

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

KOPITU UPDATE – Wirausahakan Santri Indonesia, KOPITU Gagas Program SantriPreneur

komite-umkm.org – Indonesia sebagai salah satu negara dengan mayoritas Islam terbesar di dunia memiliki jutaan Santri yang merupakan pemuda dan pemudi yang produktif, dan tersebar di seluruh Indonesia. Prestasi Santri Indonesia juga bukan hal yang bisa diremehkan. Potensi tersebut perlu ditingkatkan ke fase yang lebih maju.

Melihat peluang dan urgensi tersebut menginisiasi Ketua Umum KOPITU, Yoyok Pitoyo untuk menggagas program SantriPreneur. Melalui mediasi dengan Ketua SIMAC Gus Rochman, keduanya secara fokus membahas peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia Santri Indonesia.

“Sangat besar potensi Santri kita, dengan jumlah yang cukup masif. Sedangkan di era sekarang, diperlukan juga banyak enterpreneur muda yang dapat membawa unsur syariah dalam kewirausahaan. Oleh karena itu, SantriPreneur diharapkan dapat menjadi sarana bagi para Santri untuk berkembang menjadi enterpreneur yang memiliki daya saing dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam bagi negeri”, ungkap Yoyok Pitoyo.
Program ini masih dalam tahap konseptualisasi, dan akan segera diadakan berbagai kajian guna mensukseskan dan mencapai tujuan bersama.
“Kalau kita sebagai negara Islam yang besar, maka nilai itu harus kita angkat di berbagai sektor, termasuk enterpreneurship. Saya yakin Santri Indonesia sangat memiliki kapasitas itu, makanya kita perlu memberikan dukungan riil dengan cara menciptakan berbagai strategi dan peningkatan sumber daya. Pasti sukses, Salam KOPITU”, pungkas Yoyok.

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #SIMAC #santripreneur #yoyok pitoyo #ketuaumum

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Genjot Perkembangan Sektor Peternakan, KOPITU Susun Rencana Kerjasama Baru dengan Kabupaten Kediri

komite-umkm.org – Sektor Peternakan kini menjadi salah satu sasaran kerja KOPITU di awal tahun. Pengembangan sektor tersebut dapat diakselerasi dengan adanya konsep Factory Sharing KOPITU yang saat ini menjadi konsep unggulan. Melalui ekosistem yang tertata baik, semua pihak yakin bahwa perekonomian akan dapat dipulihkan melalui rencana kerja tersebut.

Pada meeting yang dihadiri oleh Yoyok Pitoyo selaku Ketua Umum KOPITU, Artanto Salmoen Wargadinata selaku Wakil Sekretaris Jenderal KOPITU, Prof Mohammad Winugraha selaku Wakil Ketua Umum KOPITU bidang Pengembangan Peternakan dan Pertanian, Prof Muladno selaku Wali Utama SASPRI dan beberapa rekan-rekan KOPITU, pembahasan difokuskan pada integrasi sektor pertanian dan peternakan.

*Mewirausahakan peternak dan petani itu merupakan hal kecil yang dapat berpengaruh sangat signifikan. Terutama dengan mewadahi mereka melalui sebuah bentuk usaha yang berbadan hukum dan memiliki akses yang luas, untuk itu, peran kita sangat penting dalam mendongkrak perekonomian dari bawah”, ungkap Yoyok Pitoyo pada meeting tersebut. Yoyok menuturkan, salah satu bentuk usaha bersama yang dapat dilakukan adalah dengan adanya Bank Pakan, di mana bahan diperoleh dari petani untuk diolah menjadi pakan ternak ruminasia, sehingga dapat terjadi sebuah ekosistem yang saling terkait.

“Pengembangan lebih lanjut bisa sangat luas, namun sekali lagi kita perlu melibatkan pemerintah. Dalam hal ini, kita akan mulai mediasi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam rangka persiapan pelaksanaan nantinya. Prof Mul juga sudah siap untuk bergerak, dan semua pihak sepertinya sudah tidak sabar untuk memulai. Semoga momentum ini bisa tetap terjaga, Salam KOPITU”, pungkas Yoyok dalam meeting tersebut.

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #factory sharing #yoyok pitoyo #ketuaumum #kediri

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Pinjaman Tanpa Agunan dari Bank BNI Buruan Ajukan Tersedia Rp 32 Triliun Siap Dibagikan, Ini Syaratnya

komite-umkm.org – Kabar gembira bagi brother yang butuh suntikan dana seger untuk modal usaha.

Pinjaman tanpa agunan dari Bank BNI buruan ajukan tersedia dana Rp 22 triliun siap dibagikan dengan syarat dipermudah.

Bantuan pinjaman tanpa agunan atau tanp jaminan dari pemerintah lewat bank BNI ini dalam bentuk KUR (Kredit Usaha Rakyat).

BNI dapat kenaikan kuota KUR lumayan besar di tahun ini.

Total jatah KUR yang dipercayakan pemerintah untuk disalurkan BNI mencapai Rp 32 triliun.

Jumlah tersebut meningkat 45,4% jika dibandingkan dengan kuota tahun 2020 sebesar Rp 22 triliun.

Kenaikan kuota ini juga sejalan dengan langkah pemerintah yang memutuskan penambahan plafon KUR kepada kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Total plafon KUR tahun 2021 mencapai Rp 253 triliun atau naik 15% dari anggaran tahun 2020 yakni Rp 220 triliun yang disalurkan bank pemerintah.

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #BNI #KUR #pinjaman BNI

sumber refrensi : https://www.motorplus-online.com/

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Elon Musk Ajak Pengikutnya Tinggalkan WhatsApp

komite-umkm.org – Aplikasi perpesanan terenkripsi Signal kebanjiran pengguna baru setelah CEO Tesla Elon Musk merekomendasikan kepada follower di Twitternya untuk menggunakan layanan tersebut.

Bahkan saking banyaknya pengguna baru yang hadir dalam waktu yang bersamaan, membuat Signal kewalahan hingga menunda pengiriman kode verifikasi yang diperlukan untuk mengaktifkan akun pengguna baru, demikian dilansir dari laman PCmag, Jumat (8/1/2021)

Lembaga nonprofit di balik aplikasi tersebut mengatakan sangat senang dengan lonjakan aktivitas.

Beberapa jam sebelum lonjakan pengguna, Musk mencuitkan “Use Signal” dalam upaya untuk mencegah orang menggunakan WhatsApp, aplikasi perpesanan saingan yang dimiliki oleh Facebook.

Hal itu ia lontarkan setelah WhatsApp mengumumkan kebijakan privasi baru yang mencakup pemberitahuan tentang aplikasi yang dapat berbagi data pengguna dengan Facebook.

Jadi mengapa Musk menyuruh orang untuk mencoba Signal? Benar bahwa WhatsApp dan Signal menyediakan perpesanan terenkripsi ujung ke ujung gratis. Ini berarti bahkan penyedia, seperti Facebook, tidak dapat membaca konten pesan yang dikirim — hanya pengirim dan penerima pesan saja yang bisa mengetahuinya.

Namun, Facebook adalah bisnis yang berfokus pada penambangan data orang-orang yang sebagian besar untuk tujuan penargetan iklan.

Sementara Signal dijalankan oleh yayasan nirlaba. Mereka bahkan menolak pendanaan modal ventura untuk mencegah keuntungan finansial mengarahkan fokusnya.

AGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #signal #whatsapp #ellon #tesla #facebook

Sumber Refrensi : https://tekno.sindonews.com/

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Brigjen TNI (Purn) dr. Mardjo Subiandono Ajak Warga Bangun Optimisme Hadapi Covid 19

komite-umkm.org – Mantan Kepala Tim kedokteran Istana Kepresidenan, Brigjen TNI Purn dr. Mardjo Subiandono, SpB. mengajak masyarakat Indonesia pada umumnya untuk senantiasa membangun rasa optimisme dan memperdalam pengetahuan tentang virus serta tidak membuat asumsi salah-salah yang membuat kepanikan, dalam menghadapi pandemic Coronavirus disease (Covid 19).

Dalam pesan yang disampaikan kepada team Media Sulsel, melalui pesan pribadi WhatsApp, Jumat (10/4) itu, dr. Mardjo menyampaikan penjelasan ilmiah terkait covid 19 yang disampaikan seorang ahli virus, dr. Moh. Indro Cahyono.

Brigjen TNI Purn dr. Mardjo Subiandono, SpB, menyampaikan, bahwa semua Virus (termasuk covid-19) adalah benda mati yang dapat hidup di media hidup dan tidak bisa hidup menempel apalagi memproduksi markas virusnya di benda-benda mati.

Namun jika misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan flu atau ludah) lalu kena di baju, kain, atau meja maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering.

“Kalau baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan misalnya karena panas atau hembusan angin, maka virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya. Intinya kalau sudah mengering ya sudah virusnya akan mati,” tegasnya.

Demikian juga dengan jabat tangan, walau tangan ini termasuk bagian hidup, akan tetapi selama dropletnya kering, dibersihkan maka virus pun akan mati. Karena virus hanya bisa masuk lewat tiga jalur yakni mata, hidung, dan mulut.

“Maka jika selesai berjabat tangan dianjurkan membasuhnya dengan antis, sabun, air panas, air asin, atau cairan cuka/asam. Selain itu, virus ini dan juga jenis virus lainnya tidak bisa hidup di udara. Dia hanya jadi butir-butir kristal saja.” lanjutnya.

Virus juga tidak bisa hidup di air panas, air asin, cuka, atau cairan asam. Maka jika sudah terinfeksi segera konsumsi vitamin E (brokoli, kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga, dll).

Sementara bagi yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh total bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat, tidak memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker, dan tumor.

Sedangkan bagi anak-anak muda atau yang ketahanan tubuhnya kuat yang sudah dinyatakan positif cukup treatment (perlakuan) mandiri di rumah, karena usia produktif antibodinya berproduksi 2-3 kali lipat dibandingkan dengan manula, anti bodi pada hari ke 4-5 akan keluar untuk menyerang virus.

“Untuk menekan rasa stres bagi yang sudah positif, cukup mengonsumsi vitamin, dan antibiotik. Tidak perlu ke RS yang sudah ditentukan, karena itu diperuntukan bagi mereka yang produksi antibodinya rendah,” tandasnya.

Lebih lanjut dr. Mardjo juga menghimbau agar masyarakat tidak stres dan panik. Karena jika stres dan panik maka antibodinya akan lambat berproduksi, yang kemudian membuat seseorang jadi mudah terserang. Apalagi stres itu hanya membuat psikosomatik (kondisi jiwa yang tersugesti) lalu membuat tubuh lemah.

Dalam pesan tersebut juga disampaikan, bahwa Virus yang dikatakan bertahan hidup di tempat basah lebih dari 9 jam itu hoaks.

“Di panci, di kardus, di udara, di gagang pintu, di aluminium dan lainnya itu HOAKS. Sekali lagi virus tidak dapat hidup di benda-benda mati. Jika dicurigai ada droplet di sana maka cukup dibersihkan saja,” tegasnya.

Demikian juga Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh seperti orang yang kena flu karena status positif itu sementara. Mantan pasien positif atau yang sudah sembuh berpeluang kecil untuk terinfeksi kembali.

“Asumsinya, di dalam tubuh kita ini ada yang namanya sel memori. Jika dia terinfeksi kembali maka masa inkubasinya tidak selama waktu awal terifeksi. Hanya 24 jam (1 hari). Karena sel memorinya akan menampilkan data, bahwa orang ini pernah terinfeksi. Sehingga sehari kena besok atau paling lambat dua hari sudah sembuh lagi,” pungkasnya.

Sumber Refrensi : https://www.mediasulsel.com/

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #Brigjen TNI (Purn) dr. Mardjo Subiandono #covid19

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Begini Jepang Merevolusi Pertanian Tanpa Tanah, Petani Gunakan Sains dan Teknologi

komite-umkm.org – Tanaman tumbuh di atas selaput, yang membantu penyimpanan cairan dan nutrien.

Selain memungkinkan tanaman tumbuh dalam keadaan apapun, teknik ini menggunakan air 90% lebih sedikit dibandingkan pertanian tradisional dan tidak lagi memakai pestisida karena polimer menghambat virus dan bakteri.

Ini adalah salah satu cara Jepang – yang kekurangan lahan dan sumber daya manusia – melakukan revolusi pertanian.

“Saya mengadaptasi materi yang digunakan untuk menyaring darah pada proses dialisis ginjal,” kata ilmuwan tersebut kepada BBC.

Perusahaannya, Mebiol, memiliki paten penemuan yang telah didaftarkan di hampir 120 negara tersebut.

Hal ini menggarisbawahi revolusi pertanian yang sedang berlangsung di Jepang: Lahan diubah menjadi pusat teknologi dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), internet (IoT), dan pengeKemampuan agroteknologi untuk meningkatkan ketepatan dalam mengamati dan memelihara tanaman kemungkinan akan berperan penting di masa depan.

Laporan PBB tahun ini tentang Pengembangan Sumber Daya Air/UN World Report on Water Resources Development memperkirakan 40% produksi biji-bijian dan 45% Produk Domestik Bruto/Gross Domestic Product dunia akan bermasalah pada tahun 2050 jika kerusakan lingkungan dan sumber daya air berlanjut pada tingkat yang terjadi sekarang.

Metode budi daya seperti yang dikembangkan Yuichi Mori telah digunakan di lebih 150 daerah di Jepang dan tempat-tempat lain seperti Uni Emirat Arab (UAE).

Metode ini terutama penting dalam membangun kembali daerah pertanian Jepang timur laut yang tercemar berbagai zat dan radiasi dari tsunami setelah gempa besar dan bencana nuklir pada bulan Maret 2011.tahuan tercanggih.

Lewat teknologi, pemerintah Jepang berusaha menarik perhatian anak muda yang sebelumnya kurang tertarik bekerja di lahan, tetapi tertarik pada teknologi.

Ini adalah usaha untuk membangkitkan sektor ekonomi yang mengalami penurunan sumber daya manusia.

Dalam 10 tahun, jumlah warga Jepang yang terlibat dalam produksi pertanian turun dari 2,2 juta orang menjadi 1,7 juta orang.

Sementara umur rata-rata pekerja sekarang adalah 67 tahun dan sebagian besar petani bekerja paruh waktu.

Keadaan topografi juga sangat membatasi pertanian Jepang, yang hanya dapat memproduksi 40% dari pangan yang dibutuhkan.

Sekitar 85% daratannya adalah perbukitan dan sebagian besar lahan yang tersisa dipakai untuk menanam beras.

Teknologi tinggi juga memungkinkan perluasan lahan tanaman pangan tanpa tanah.

Lewat produksi di rumah kaca dan hidroponik, Jepang dapat meningkatkan produksi buah dan sayur.

Produktivitasnya 100 kali lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Lewat alat sensor, perusahaan mengontrol cahaya buatan, nutrien larutan, tingkat karbondioksida dan suhu.

Pasar hidroponik saat ini senilai US$1,5 miliar atau Rp21 triliun di dunia, tetapi perusahaan konsultan Allied Market Research memperkirakan angkanya akan berlipat lebih empat kalinya pada 2023.

Sumber Refrensi : https://zamane.id/

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #teknologi #pertanian modern

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

STATE OF REVIEW KOPITU TERHADAP PROGRESS PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL BAGI UMKM Kaleidoskop Pemulihan Ekonomi Sektor UMKM dari Sudut Pandang KOPITU

komite-umkm.org – Sudah setahun lamanya COVID-19 melanda Indonesia dengan dampak tak terelakkan terhadap berbagai sektor. Semua negara tanpa terkecuali mengalami kontraksi perekonomian yang signifikan dirasakan oleh masyarakat luas. Dampak perekonomian ini memang bukan hal yang mudah diatasi. Sejarah telah berulang kali membuktikan, perekonomian akan mengalami proses pembaikan pasca pandemi. Berbagai upaya telah dilakukan berbagai pihak melalui berbagai macam bantuan. Dalam hal perekonomian, bagaimana hasil upaya-upaya tersebut di Indonesia khususnya bagi UMKM?

UMKM merupakan salah satu penopang utama ekonomi masyarakat. Dilansir dari Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN), UMKM Indonesia menjadi salah satu yang paling rentan atas imbas COVID-19. Padahal UMKM sangat besar. Sekitar 97% dari keseluruhan angkatan kerja mendapat penghidupan dari sektor ini. Sekitar 60% dari PDB dan 14% ekspor disumbang oleh UMKM. Oleh karena itu sudah sepantasnya UMKM menjadi salah satu kunci turning table pada permasalahan perekonomian saat ini.

Dewasa ini, sebuah video menjadi viral setelah Bupati dari Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara mengungkapkan kekecewaannya terhadap mekanisme penyaluran bantuan yang pada pelaksanaannya melibatkan sebuah Perusahaan Pembiayaan. Daftar penerima bantuan yang diajukan oleh Perusahaan Pembiayaan terkait merupakan nasabah atau pengguna jasa dari Perusahaan Pembiayaan yang sudah terikat kredit sejak awal. Baik Bupati Boltim maupun pihak Perusahaan Pembiayaan terkait telah memberikan statement klarifikasi secara terbuka melalui media. Bupati Boltim telah menyampaikan permintaan maaf terhadap pemerintah terkait kegaduhan yang telah ditimbulkan. Sedangkan Perusahaan Pembiayaan terkait mengklarifikasi mengenai bunga yang diterima oleh Debitur dan terkait izin yang dimiliki. Namun jika ditinjau secara skematik, beberapa ketidaksesuaian terjadi dalam system ini, yaitu penggabungan skema kredit dengan pengajuan bantuan. Tentunya itu berarti ada kemungkinan ketidaksesuaian pengajuan atau penyaluran. Indikasi yang ada yaitu praktek moral hazard yang kemungkinan dilakukan melalui sistem yang tertata dengan rapi. Dalam bidang ekonomi, risiko moral atau moral hazard dapat terjadi ketika seseorang meningkatkan paparan mereka terhadap risiko ketika tertanggung. Hal ini dapat terjadi, misalnya, ketika seseorang mengambil lebih banyak risiko karena orang lain menanggung biaya dari risiko-risiko tersebut. Skenario ini memang cenderung sulit diatasi karena dalam kasus ini, pihak pengusul telah mengikat calon penerima melalui kredit, sehingga memaksa para calon penerima untuk mengambil atau menerima kredit dari Perusahaan Pembiayaan yang juga berperan sebagai pengusul. Di samping itu, langkah yang memungkinkan adalah melibatkan asuransi, namun dengan skala yang begitu luas dan nominal yang cenderung sangat tanggung untuk diasuransikan, keterlibatan pihak asuransi sebagai fungsi pengaman sistem maupun dana menjadi tidak dapat diterapkan. Mengingat berbagai resiko yang kemungkinan terjadi dan kemungkinan distorsi sistem oleh oknum di hilir serta tidak adanya bailout bagi lembaga keuangan penyalur membuat pemerintah perlu mereview kembali pelaksanaan sistem ini secara kolektif di setiap point.

Selain masalah tersebut, dilansir dari Republika (Ekonom: Kredit Perbankan Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi | Republika Online), masih banyak Debitur dengan kategori lancar (Kolek 1 dan Kolek 2) yang mendapatkan penolakan pengajuan Kredit dari Perbankan. Berdasarkan suvey yang dilakukan oleh Ekonom Universitas Padjadjaran, Aldrian, Debitur bagus dan lancar, sekarang kesulitan kredit modal kerja. Ketika mereka mengajukan kredit, Perbankan menolak secara halus dengan cara menambahkan syarat-syarat yang tidak pernah diminta sebelumnya, sehingga Debitur mengalami kesulitan. Aldrin mengaku telah melakukan survei terhadap 50-70 Debitur kelas menengah ke atas dan merupakan nasabah eksisting bank yang berkategori lancar pembayaran cicilan kreditnya, namun mendapatkan penolakan dari bank atas pengajuan kredit modal kerjanya. Suplai kredit rendah bukan karena perbankan tidak punya uang, namun perbankan masih melihat risiko yang tinggi saat memberi kredit ke pelaku usaha. Jika kondisi terus menerus seperti ini, perbankan sebagai Lembaga penyalur utama kredit terlalu berhati-hati hingga menghambat kredit bagi pelaku usaha, maka siapa yang akan menyediakan kredit?

Selain itu bagi para debitur yang telah menerima kredit dari perbankan juga masih banyak yang tidak menerima informasi mengenai relaksasi. Tentunya hal ini menjadi titik lumpuh program PEN yang diharapkan dapat mengembalikan kondisi perekonomian Indonesia, karena dengan masyarakat yang masih sulit memperoleh akses informasi, perlu adanya sosialisasi yang lebih aktif dan gencar hingga ke daerah-daerah. Untuk itu, demi menyongsong tahun 2021, para stakeholder perlu duduk bersama dan menyusun strategi yang lebih baik di tahun 2021, dengan cara melibatkan lebih banyak Lembaga yang bereputasi dalam membantu aspek-aspek kritis. Kebijakan yang lebih matang dan keputusan yang berani memang diperlukan untuk mengatasi hal besar seperti dampak ekonomi yang dikarenakan pandemi. Satu hal yang pasti, relaksasi, bantuan dan stimulus masih sangat dibutuhkan bagi UMKM Indonesia untuk kembali bergerak dan memulihkan perekonomian melalui usaha yang merakyat dan menyeluruh.

Artikel oleh: Yoyok Pitoyo, Ketua Umum Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu, Desember 2020.

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #ketuaumum #ketua ukm #ketua umkm #blt #covid-19 #over view kopitu terhadap pen

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Syarat Dapat KUR di BRI, Bank Mandiri, dan BNI. Mari Simak!

komite-umkm.org – Pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) pada tahun ini dibidik senilai Rp190 triliun.

Hingga 23 November 2020, realisasi penyaluran pembiayaan senilai Rp159,92 triliun atau telah menjangkau sekitar 5 juta debitur.

Dengan kata lain, pembiayaan KUR telah mencapai 84 persen dari target penyaluran yang telah ditetapkan. Dengan begitu, saat ini masih ada kuota KUR sebanyak Rp30,08 triliun.

Bagi pelaku usaha yang ingin mengajukan KUR, Bisnis merangkum persyaratan KUR di tiga Bank BUMN, yaitu BRI, Bank Mandiri, dan BNI.

Dikutip dari laman resmi BRI, Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI terdiri dari 3 jenis yaitu KUR Mikro, Retail KUR, dan KUR TKI.

  1. KUR Mikro Bank BRI berupa kredit modal kerja dan atau investasi dengan plafond sampai dengan Rp25 juta per debitur.
    Persyaratan calon debitur:

Individu atau perorangan yang melakukan usaha produktif dan layak
Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan.
Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit.
Persyaratan administrasi, identitas berupa KTP, Kartu Keluarga, dan surat ijin usaha.

  1. KUR Kecil Bank BRI adalah kredit modal kerja dan atau investasi kepada debitur yang memiliki usaha produktif dan layak dengan plafond lebih dari Rp25 juta sampai dengan Rp500 juta per debitur.
    Persyaratan calon debitur:

Mempunyai usaha produktif dan layak.
Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit.
Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan.
Memiliki surat ijin usaha mikro dan kecil (IUMK) atau surat ijin usaha lainnya yang dapat dipersamakan

  1. KUR TKI Bank BRI diberikan untuk membiayai keberangkatan calon TKI ke negara penempatan dengan plafond sampai dengan Rp25 juta. Persyaratan calon debitur:

Individu atau perorangan calon TKI yang akan berangkat bekerja ke negara penempatan.
Persyaratan administrasi berupa identitas berupa KTP dan Kartu Keluarga, perjanjian kerja dengan pengguna jasa, perjanjian penempatan, serta passpor, visa, dan persyaratan lainnya sesuai ketentuan.
Bank Mandiri

KUR Bank Mandiri memiliki suku bunga 6 persen efektif per tahun. KUR di Bank Mandiri terdiri dari empat jenis.

  1. KUR Mikro
    Jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun untuk kredit/ pembiayaan modal kerja. Atau paling lama 5 (lima) tahun untuk kredit/ pembiayaan investasi. Limit kredit KUR Mikro maksimal Rp 25 juta.
  2. KUR Kecil
    Jangka waktu paling lama 4 (empat) tahun untuk kredit/pembiayaan modal kerja. Atau paling lama 5 (lima) tahun untuk kredit/pembiayaan investasi. Limit kredit KUR Kecil di atas Rp25 juta sampai dengan Rp500 juta.
  3. KUR TKI
    Jangka waktu KUR penempatan tenaga kerja Indonesia paling lama sama dengan masa kontrak kerja dan tidak melebihi jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun. Limit kredit KUR TKI maksimal Rp25 juta.
  4. KUR Khusus
    Jangka waktu paling lama 4 (empat) tahun untuk kredit/ pembiayaan modal kerja. Atau paling lama 5 (lima) tahun untuk kredit/ pembiayaan investasi. Limit kredit KUR Khusus di atas Rp25 juta sampai dengan Rp500 juta.

Syarat pengajuan KUR Mikro dan KUR Ritel:

Calon debitur/debitur tidak memiliki kredit atau
Calon penerima KUR Mikro dan Kecil dapat sedang menerima kredit/pembiayaan yaitu KUR pada penyalur yang sama, kredit kepemilikan rumah, kredit/leasing kendaraan bermotor, kartu kredit, dan resi gudang dengan kolektibilitas lancar.
Dalam hal Calon Debitur/ Debitur masih memiliki baki debet Kredit Produktif dan/ atau Kredit Program di luar KUR tetapi yang bersangkutan telah melunasinya, maka diperlukan Surat Keterangan Lunas/ Roya dengan lampiran cetakan rekening Koran dari Bank sebelumnya.
Tidak masuk Daftar Hitam Nasional Penarik Cek dan/ atau Bilyet Giro Kosong.
Usia Calon Debitur minimal 21 tahun atau sudah menikah (dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Akte Kelahiran/ Surat Kenal Lahir atau Kartu Keluarga (KK) atau Surat Nikah dari Instansi yang berwenang) dan saat kredit lunas usia maksimal 60 tahun.
Mempunyai usaha produktif dan layak yang telah berjalan 6 (enam) bulan.

  1. KUR Penempatan TKI:

Berusia minimal 21 tahun dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau akte kelahiran/ Surat Kenal Lahir dari instansi yang berwenang.
Calon TKI dimungkinkan berusia minimal 18 tahun, namun harus menyerahkan Surat ijin dari suami/ istri/ orang tua/ wali untuk bekerja di luar negeri.
Berdasarkan IDI – Bank Indonesia, calon debitur/ debitur tidak memiliki kredit atau mempunyai kredit dengan kolektibilitas seluruhnya Lancar dan tidak masuk Daftar Hitam Nasional Penarik Cek dan/atau Bilyet Giro Kosong.
Memiliki perjanjian kerja/ kontrak kerja minimal 2 (dua) tahun dengan pengguna bagi TKI yang ditempatkan oleh PPTKIS, Pemerintah, atau TKI yang bekerja secara perseorangan.
Bank Negara Indonesia (BNI)

Dikutip dari laman resmi BNI, Kredit Usaha Rakyat BNI memberikan kemudahan proses pinjaman cepat dengan nominal di atas Rp10 juta hingga Rp50 juta yang dapat digunakan untuk modal kerja usaha maupun investasi. Pinjaman ini bisa dicicil hingga 60 bulan dengan suku bunga rendah 6 persen efektif per tahun dan tidak diwajinkan jaminan tambahan.

Berikut syarat umum pemohon perorangan KUR Mikro BNI

  1. Kriteria pemohon:
    Individu/perseorangan atau badan usaha dalam hal ini Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), anggota keluarga dari karyawan/karyawati yang berpenghasilan tetap atau bekerja sebagai Tenaga kerja Indonesia (TKI), TKI yang purna dari bekerja di luar negeri, dan pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), yang melakukan usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup.
  2. Perizinan usaha:
    Individu/perseorangan atau Badan usaha perorangan: minimal Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) yang diterbitkan Pemerintah Daerah dan/atau surat keterangan usaha dari Kelurahan setempat atau surat izin lainnya.
    Badan usaha diluar butir a di atas mengacu ketentuan BNI.
  3. Kualitas Kredit Bank (jika ada) adalah lancar.
  4. Pengalaman usaha minimal 6 (enam) bulan.
  5. Usia pemohon (khusus untuk pemohon individu / perserorangan) minimal 21 tahun atau belum berusia 21 tahun tetapi sudah menikah.
  6. Tidak sedang menerima kredit produktif dari Perbankan dan/atau tidak sedang menerima kredit program dari Pemerintah (kecuali KUR).
  7. NPWP : Tidak disyaratkan.
  8. Jaminan: Tidak diwajibkan jaminan tambahan.

Sumber Refrensi : https://finansial.bisnis.com/

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #bni #bri #mandiri #kredit usaha rakyat #kur #bank bumn

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Bisnis Cabai, Petani di Perbatasan Bisa Beli Rumah & Mobil

komite-umkm.org – Satu dasawarsa lalu, Ahmad Sahid memberanikan diri merantau dari Blora, Jawa Tengah menuju ke Nanga Badau, Kapuas Hulu. Kala itu, Sahid yang merupakan lulusan SMK bekerja di perkebunan kelapa sawit sebagai tim pengukuran dan pemetaan lahan kelapa sawit.
Menghabiskan tujuh tahun bekerja untuk perusahaan sawit, Sahid terpikir untuk memulai usaha sendiri. Pria kelahiran tahun 1989 itu melihat ada peluang bisnis di bidang perkebunan, khususnya cabai.

Tahun 2017, ia memantapkan diri untuk beralih profesi ke bidang perkebunan. Memanfaatkan lahan milik seorang kolega di Badau, Sahid memulai budi daya cabai tanpa bagi hasil. Seluruh keuntungan menjadi milik Sahid.

Untuk menggarap lahan, Sahid dibantu beberapa orang teman. Ia juga mendapatkan pinjaman satu unit traktor roda empat dari Kodim setempat.

“Olah tanah kami pakai traktor roda empat punya Kodim. Jadi gak ada cangkul-cangkul. Alat jonder (traktor) itu biasanya buat lahan sawit,” cerita Sahid kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Ternyata, ia memiliki peruntungan yang cukup baik di bidang perkebunan. Beberapa bulan berjalan ia mulai mendapatkan hasil dari panen cabai.

Sesuai prediksinya di awal, komoditas cabai memiliki harga cukup baik di daerah Badau dan sekitarnya. Dikatakan Sahid, selama hampir empat tahun menjadi petani cabai, ia nyaris tidak pernah mengalami penurunan harga beli. Cabai dari kebun garapan Sahid terjual habis ke pasar-pasar di daerah Badau hingga Putussibau.

“Di daerah hulu sini (Badau), harga sayur-sayuran termasuk cukup mahal. Kalau cabai itu paling tidak sekilo dihargai Rp 50 ribu, tidak pernah turun jauh,” ungkap Sahid.

Saat ini, Sahid memiliki empat lahan garapan. Selain cabai, ia juga menanam komoditas lain, seperti sawi, terong, tomat. Namun, ia mengatakan bisnis utamanya tetap di budidaya cabai, karena keuntungan yang dihasilkan sangat menjanjikan.

Dari budidaya cabai, Sahid tidak hanya mampu membiayai hidupnya di kampung orang. Kini, ia sudah bisa membangun rumah dan membeli mobil Daihatsu Luxio. Mobil tersebut diandalkan untuk mobilisasi usaha cabai.

“Dari cabai itu bisa ketemu (dapat omzet) per bulannya itu sekitar Rp 50 juta. Sangat nampak sekali hasilnya kalau dari cabai. Saya sampai bisa bangun rumah ya dari cabai ini,” kata Sahid dengan bangga.

Untuk mengembangkan bisnis kebunnya, Sahid memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dari Bank BRI. Sejauh ini, ia sudah dua kali mengambil KUR Mikro BRI untuk memperluas lahan dan membeli bibit.

Memanfaatkan dana dari KUR, Sahid bisa membuka satu lahan kebun cabai baru seluas satu hektare. Uang tersebut juga dialokasikan untuk membeli pupuk.

“(Pinjaman) Yang 50 (juta rupiah) kemarin saya gunakan untuk buka lahan sekitar 1 hektare. Dari uang itu juga saya beli pupuk 1 truk dan alhamdulillah tanaman jadi semua,” ulas Sahid.

Fasilitas KUR BRI, sebut Sahid, sangat membantu orang-orang sepertinya yang butuh modal untuk mengembangkan usaha. Namun, ia menekankan dana dari KUR itu harus digunakan dengan bijak agar tak jadi sia-sia.

“KUR BRI ini sangat membantu apalagi pas di saat nggak ada modal untuk berkebun. Ini sangat membantu,” kata Sahid.

Di ulang tahun yang ke-125 pada tahun ini, BRI hadir di perbatasan dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, termasuk bagi masyarakat Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. BRI juga menghadirkan KUR hingga menyalurkan BPUM untuk membantu UMKM sekitar.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi.

Sumber Refrensi : https://finance.detik.com/

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #petani #petani cabai #tapalbatasbri #tapalbatasbadau

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

KOPITU dan Universitas Islam 45 Bekasi Siap Bersinergi untuk Mewujudkan UMKM Naik Kelas, Mandiri, Dan Go Ekspor

komite-umkm.org – Sabtu, 19 Desember 2020 Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU) menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan webinar Tantangan dan Solusi untuk Ekonomi Digital dalam Rangka Pembangunan UMKM Nasional di Masa Pandemic Covid-19. Webinar kali ini diadakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Islam 45 Bekasi (FE Unisma). Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak sekali usaha baik dari skala kecil sampai skala besar sekalipun mengalami kerugian, bahkan kebangkrutan. Selain itu, pengetahuan dan kemanpuan UMKM dalam mengakses dunia digital yang masih sangat rendah. Atas latar belakang itulah para mahasiswa FE Unisma mengadakan webinar untuk memberikan pengetahuan dan bekal kepada para pelaku UMKM dan mahasiswa lainnya dalam menghadapi iklim usaha saat ini.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Yoyok Pitoyo selaku ketua umum KOPITU, Ir. Luhur Pradjarto, MM selaku Staff Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi dan UKM, Piet Cintya Mawar sebagai seorang interpreneur, dan dimoderatori oleh Mia Risti Saputri dari Badan Eksekutif Mahasiswa FE Unisma Bekasi. Kegiatan webinar selain dilakukan melalui zoom, juga dilakukan live streming via youtube dikarenakan terbatasnya kapasitas zoom dan masih banyaknya peserta yang ingin mengikuti webinar.

Pasar menjadi arena bagi produk-produk bergulat memperebutkan hasrat pembeli, dengan diwarnai segala macam strategi. Kerap kali, persaingan pasar menelan korban yakni produk yang ditawarkan sepi pembeli. Banyak juga produk dari luar negeri atau produk dari perusahaan-perusahaan besar yang sama persis dengan produk UMKM dengan harga yang jauh lebih murah. UMKM di Indonesia harus bersatu dan solid agar bisa bersaing dengan produk luar dan menguasai pasar. Di Indonesia UMKM menjadi pendorong roda perekonomian nasional.

Yoyok menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 60,5% produk terjual secara online dan sisanya melalui offline. Produk lebih banyak terjual melalui online market, oleh karena itu pembekalan mengenai strategi online marketing dan teknis online shopping harus diketahui dengan baik oleh pelaku UMKM agar produknya bisa lebih banyak terjual.

“Kualitas produk dengan harga yang bersaing di pasaran menjadi kunci untuk produk-produk UMKM agar bisa tetap eksis di  masa Pandemic COVID-19. Harga yang murah dapat diperoleh Ketika ada efisiensi dalam proses produksi, yang salah satu caranya adalah melalui Factory Sharing” Jelas Yoyok dalam webinar.

Yoyok juga menjelaskan bahwa Factory Sharing, yakni pabrik / rumah produksi bersama yang merupakan sebuah fasilitas teknis produksi yang digunakan bersama oleh beberapa pelaku industri dengan jenis komoditas yang sama. Pada dasarnya, konsep ini sangat strategis untuk mengatasi keterbatasan produksi bagi pelaku industri kecil, karena dengan adanya Factory Sharing  maka skala produksi akan meningkat tanpa ada tambahan modal dari pelaku usaha. Kegiatan lebih jelas mengenai Factory Sharing dapat diperoleh dalam webinar yang akan diselenggarakan oleh KOPITU pada tanggal 22 desember 2020 mendatang. Wakil Dekan FE Unisma, Nurma Risa, SE.,M.Ak di akhir webinar mengajak KOPITU untuk bekerjasama dengan Universitas Islam 45 Bekasi dalam pemberdayaan UMKM di Indonesia guna meningkatkan perekonomian nasional sekaligus sebagai media pembelajaran yang efektif untuk praktek mahasiswanya. Diharapkan kedepannya mampu tercipta sinergisme antara pemerintah, KOPITU sebagai organisasi UMKM nasional, dan Universitas Islam 45 Bekasi dalam mewujudkan UMKM naik kelas, mandiri, dan go ekspor.

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #kopitu #umkm nasional #uyniversitas islam 45 bekasi

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

UPDATE KOPITU – Empat Cara Mudah Mengurus NPWP Elektronik

komite-umkm.org – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan meluncurkan layanan NPWP Elektronik untuk memudahkan wajib pajak. Wajib pajak yang sudah terdaftar akan dikirimkan Kartu NPWP dalam bentuk soft file ke email pribadi.

Fitur ini bermanfaat jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan NPWP tapi lupa membawa kartunya yang dalam bentuk fisik. Dengan klik tombol pada halaman www.pajak.go.id kartu akan terkirim ke email yang bersangkutan.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Hestu Yoga Saksama mengatakan hadirnya NPWP Elektronik merupakan terobosan baru dari layanan DJP kepada wajib pajak.

“Apabila Kartu NPWP bentuk fisik rusak atau hilang, wajib pajak bisa secara langsung menyalin atau mencetak NPWP secara elektronik melalui DJP Online, intinya mempermudah wajib pajak”, ujar Hestu dalam keterangan tertulis, Jumat (18/12/2020).

Adapun cara memperoleh NPWP Elektronik sebagai berikut. Pertama, login pada laman www.pajak.go.id. Kedua, klik tab ‘Informasi’ yang memuat preview NPWP Elektronik.

Ketiga, klik tombol ‘Kirim Email’ dan selanjutnya Anda akan menerima NPWP Elektronik. Keempat, tinggal cek inbox email untuk melihat atau mengunduh NPWP Elektronik.

Sumber Refrensi : https://finance.detik.com/

TAGAR : #kopitu #umkmkopitu #suksesexpor #goExpor #goGlobal #ukmnaikkelas #ukm #npwp #npwp elektronik #pajak

Follow Sosial Media

Facebook : 
(20+) Kopitu Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu | Facebook

Twitter : https://twitter.com/KomiteKecil

Instagram : https://www.instagram.com/kopitu_/

Open chat
butuh bantuan?
Ada yang bisa KOPITU Bantu?
tanyakan keluhan anda